Islampedia

Amal Usaha Muhammadiyah Bentuk Nyata Implementasi Iman

×

Amal Usaha Muhammadiyah Bentuk Nyata Implementasi Iman

Sebarkan artikel ini
Pendaftaran mahasiswa baru periode 2023-2024 UM Bandung telah dibuka. (Foto PMB & Promosi UM Bandung).

BANDUNGMU.COM — Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto menyampaikan bahwa keimanan tidak akan cukup bila tidak diamalkan. Pun demikian bila beramal tanpa didasari keimanan hanya akan berakhir sia-sia.

Relasi iman dan amal saleh ini tidak bisa dipisahkan. Iman tanpa amal itu hampa, sedangkan amal tanpa iman itu percuma (QS. An-Nahl: 97).

“Banyak ayat Al-Quran yang mengaitkan iman dan amal saleh. Oleh karena itu, iman harus dibuktikan dengan amal saleh atau perbuatan yang baik dan konstruktif yang bisa dimanfaatkan orang banyak,” ujar Agung Danarto seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (09/03/2022) siang.

Baca Juga:  Pak Mu'ti dan Paradigma Baru Kemendikdasmen

Di lingkungan Muhammadiyah, kata Agung, implementasi dari keimanan ialah gerakan amal usaha. Inilah barangkali yang membedakan Muhammadiyah dengan gerakan Islam yang lain.

Tanpa amal usaha yang berakar dari iman, boleh jadi Muhammadiyah sekadar berada di menara gading dan menjadi organisasi pemikiran belaka.

“Ada amal saleh yang melakukannya sekali, tetapi pahalanya akan terus mengalir, yakni amal jariyah yang di Muhammadiyah ditradisikan dengan amal usaha. Ini adalah produk keimanan orang Muhammadiyah dan bentuk amal saleh yang dilembagakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Sunda, Sopan Santun, dan Sentimen SARA

Di antara kekuatan Muhammadiyah hingga bertahan satu abad lebih ialah karena memiliki amal usaha. Hal itu antara lain karena topangan amal usahanya di bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ekonomi, dan amal usaha lainnya.

Oleh karena itulah, salah satu syarat mendirikan ranting ialah sekurang-kurangnya memiliki amal usaha berupa musala, masjid, atau lainnya.

“Salah satu ciri dari ranting Muhammadiyah adalah memiliki amal usaha apakah berbentuk mushala, masjid, TK ABA atau yang sejenisnya. Dalam setiap kesempatan harus senantiasa bergerak, bergeraknya dalam rangka menciptakan rahmat bagi semesta,” ucapnya.***