BANDUNGMU.COM, Selandia Baru — Selandia Baru merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di barat daya Samudera Pasifik. Hampir sebagian besar penduduk Selandia Baru merupakan keturunan dari bangsa Eropa. Kristen menjadi agama yang paling banyak dipeluk oleh penduduk Selandia Baru, meskipun begitu ada sekitar 40 persen penduduknya tidak memiliki agama.
Menurut Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Selandia Baru Ariansyah Aziz bahwa Islam menjadi agama minoritas. Meski demikian, ia bersama jajaran PCIM Selandia Baru berupaya mengenalkan paham Islam berkemajuan yang diyakini Muhammadiyah di negara yang bersebelahan dengan negara Australia dan Laut Tasman ini.

“Sepanjang pengetahuan kami, mayoritas penduduk Selandia Baru, baik yang muslim (bukan warga Indonesia) dan yang non muslim tidak mengenal Muhammadiyah. Namun, warga Indonesia yang tinggal di Selandia Baru, baik yang muslim maupun non muslim kenal Muhammadiyah,” terangnya seperti bandungmu.com kutip dari muhammadiyah.or.id.
Atas dasar inilah Cabang Instimewa Muhammadiyah Selandia Baru berdiri. Musyawarah pertama untuk membentuk kepengurusan PCIM Selandia Baru berlangsung di Kota Auckland pada Minggu 22 Januari 2023.
Ibadah sosial
Menurut Ariansyah, PCIM Selandia Baru memiliki tujuan memperkenalkan wajah dakwah ibadah sosial kepada masyarakat umum Selandia Baru sebagaimana yang telah dijalankan Muhammadiyah selama ini.
Misalnya, membantu pemerintah setempat memberikan makanan kepada orang orang yang tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal, mendirikan sekolah berbasis Islam guna memenuhi kebutuhan masyarakat muslim Selandia Baru, ikut serta menjaga kebersihan dan kelestarian alam Selandia Baru (membersihan taman, pantai, dan tempat tempat fasilitas umum lainnya), dan mendirikan rumah sakit.
“Kami ingin memperkenalkan wajah dakwah ibadah sosial Islam kepada masyarakat umum Selandia Baru, baik yang muslim maupun non muslim dengan bentuk kerja nyata dalam kehidupan bermasyarakat di Selandia Baru melalui amal usaha di bidang layanan sosial dan pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan umat,” ucap Ariansyah.
Dalam mewujudkan cita-cita tersebut, PCIM Selandia Baru memiliki beberapa agenda. Dalam jangka pendek (1 tahun) akan ikut berperan aktif dalam layanan sosial bersama-sama masyarakat sekitar.
Jangka menengah (2-5 tahun) akan membangun lembaga pendidikan Islam bagi anak-anak seperti taman kanak-kanak, sekolah dasar, dan rumah Al-Quran. Kemudian dalam jangka panjang (5 tahun lebih) akan membangun pendidikan menengah dan rumah sakit.
Oleh karena itu, Ariansyah Aziz berharap dukungan PP Muhammadiyah baik secara moril maupun materil. “Kami harap dukungannya agar kami dapat mewujudkan agenda kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, untuk tercapainya kemaslahatan umat Islam di Selandia Baru umumnya dan warga muslim Indonesia khususnya,” tandasnya.
Berikut struktur PCIM Selandia Baru. Ketua: Ariansyah Aziz, Sekretaris: Akmaloni Bendahara: Husni Abbad, Anggota: Ivan Madawiwaha, Ihshan Gumilar, Rony Nugraha, Denny Piliang, dan Yuda Munarko.***(FA)









