News

Meningkatkan Kompetensi SDM, Dua Dosen Agribisnis Siap Berlaga dalam Penulisan Deskripsi Permohonan Paten

×

Meningkatkan Kompetensi SDM, Dua Dosen Agribisnis Siap Berlaga dalam Penulisan Deskripsi Permohonan Paten

Sebarkan artikel ini
Dosen Program Studi Agribisnis UM Bandung yakni Indra Irjani Dewijanti SP MP dan Reza Fikri Alfatah SP MSc berhasil menjadi inventor penerima pada Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Batch-1 Tahun 2023.

BANDUNGMU.COM, Bandung — Dosen Program Studi Agribisnis UM Bandung Indra Irjani Dewijanti SP MP dan Reza Fikri Alfatah SP MSc berhasil menjadi inventor penerima pada Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Batch-1 Tahun 2023.

Acara yang berlokasi di Hotel Horison Ultima Bhuvana Ciawi, Bogor, itu berlangsung selama tiga hari dari Senin hingga Rabu (15-17/05/2023).

Pelatihan itu merupakan acara dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti Ristek) serta Kemendikbud Ristek bagi para dosen.

Baca Juga:  Mahasiswa Teknik Elektro UIN Bandung Raih Peringkat Dua PLN ICE dan Nominasi Proposal Social Project pada Kompetisi Innovillage

Adapun yang dapat mengikuti pelatihan itu merupakan dosen yang memiliki invensi dan akan didaftarkan namun belum mendapatkan pendanaan.

Tujuan diadakannya pelatihan itu yakni meningkatkan kapasitas kompetensi SDM dosen dan peneliti dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berbasis sistem kekayaan intelektual (KI) khususnya Paten dan Pendanaan pendaftaran paten melalui skema lanjutan.

Sebanyak 47 inventori dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia ikut pelatihan tersebut.

Pada pengajuan invensi, Indra mengajukan ide produk olahan sagu yang berasal dari program Mikro Industri Olahan Pangan Lokal.

Baca Juga:  Agar Unggul dan Sesuai Zaman, Prodi PAI UM Bandung Tinjau Kurikulum

”Ide produk olahan sagu ini ditujukan untuk para UMKM yang ada di Manokwari, Papua Barat,” ucap Indra.

Sementara itu, ide dari Reza merupakan produk olahan sorgum yang berawal dari program penelitian hibah kompetitif nasional Kemendikbud Ristek pada 2022.

”Jadi, ide yang saya miliki ini menunjang pengolahan produk yang tidak terolah pada tanaman sorgum,” kata Reza.

Selain itu, ide pengolahan tanaman sorgum ini juga ditujukan pada UMKM Minosorgum.***(FK)