News

Top! UMRI Sediakan Layanan Sunat Gratis Bagi Mualaf dan Keluarga Tak Mampu

×

Top! UMRI Sediakan Layanan Sunat Gratis Bagi Mualaf dan Keluarga Tak Mampu

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.

BANDUNGMU.COM, Riau — Optimalisasi kemanfaatan terus dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Bekerja sama dengan Lazismu Wilayah Riau, UMRI memberikan fasilitas sunat gratis bagi para mualaf.

Menurut keterangan Kepala Humas, Keprotokolan, dan Hukum UMRI M Anwar Siregar, program kolaboratif itu dilaksanakan di Klinik Pratama UMRI yang terletak di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Mengutip laman resmi Muhammadiyah, tidak hanya bagi mualaf, khitan gratis ini juga diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu.

“Jadi, jika ada mualaf atau keluarga yang tidak mampu dan berkeinginan untuk melakukan khitan/sunat silakan lapor ke bagian Sekretariatan Humas UMRI atau datang langsung ke Lazismu Wilayah Riau. Syaratnya membawa surat keterangan mualaf/tidak mampu dari instansi terkait dan fotokopi identitas diri. Nanti kita akan fasilitasi dengan pihak klinik untuk penetapan jadwal sunatnya,” kata Anwar.

Baca Juga:  Sebanyak 69 Mahasiswa Ikuti Seleksi Wawancara Beasiswa Sang Surya Lazismu DIY

Menurut Anwar, program ini dilaksanakan guna optimalisasi kemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat luas.

Lazismu sendiri menurutnya memiliki beragam program khusus yang menyasar fakir, miskin, mualaf, hingga kelompok usaha UMKM.

“Jadi, kami imbau ke masyarakat untuk dapat menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya di Lazismu, Jalan Ahmad Dahlan di Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau. Karena zakat yang diberikan akan disalurkan tepat sasaran,” imbuh Anwar.

Sementara itu, dokter Klinik Pratama UMRI dr Yulis mengaku sudah sering menyunat mualaf, baik masal maupun individu.

Baca Juga:  UM Bandung Kirim Ribuan Mahasiswa KKN ke Bandung Raya, Sekda Jabar Apresiasi Komitmen Pengabdian

Untuk sunat mualaf sendiri menurutnya perlu penanganan khusus hingga tiga kali suntik pembiusan.

“Ya tentu ada perbedaan karena kulit orang dewasa itu sudah kasar. Namun, kami sering juga menyunati orang mualaf di sini (klinik). Jadi, jika ada orang mualaf bawa saja ke sini,” imbuh dr Yulis.

Sementara salah seorang penerima manfaat, A (24 tahun), yang baru mengucapkan syahadat di akhir Ramadan 2022 lalu mengaku sangat bersyukur dengan fasilitas sunat gratis UMRI tersebut. A disunat pada Sabtu (20/05/2023).

Baca Juga:  Usut Tuntas Kasus Penembakan di Kantor MUI Pusat

“Saat ini saya sangat senang karena sudah bisa disunat. Saya merasa sempurna jadi seorang Islam,” kata A dengan gembira sambil berjalan memegang sarungnya.***