BANDUNGMU.COM, Bandung — Banyak mahasiswa beranggapan bahwa semakin lama mereka belajar, semakin tinggi pula nilai yang akan diperoleh. Benarkah demikian?
Penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Studi dari Kansas State University membuktikan bahwa belajar efektif hanya berlangsung selama 30 menit per sesi, bukan berjam-jam tanpa henti. Dalam 30 menit tersebut, otak menyerap informasi dengan optimal pada 15 menit pertama dan 15 menit terakhir.
Sistem belajar semalam justru merugikan
Peneliti dari University of California, Los Angeles menemukan bahwa sistem belajar semalam (SKS) justru memberikan dampak negatif. SKS dapat membuat kerja otak dan memori terganggu, mengurangi kemampuan konsentrasi, serta mengganggu kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa belajar sepanjang malam bukanlah cara yang tepat untuk mencapai prestasi maksimal.
Metode belajar yang lebih efektif
Karena itu, metode belajar berkualitas lebih penting daripada sekadar kuantitas waktu belajar. Teknik Pomodoro yang terbukti efektif adalah dengan belajar selama 25 menit, kemudian beristirahat 5 menit, lalu mengulang siklus tersebut.
Setelah satu sesi belajar 30 menit, disarankan untuk mengambil jeda dengan aktivitas ringan seperti membaca, mendengarkan musik, atau berjalan-jalan sebentar. Jeda ini akan menyegarkan otak dan mempersiapkan Anda untuk sesi berikutnya.
Fokus pada pemahaman materi
Selain mengatur durasi belajar, penting untuk memahami materi daripada hanya menghafal. “Dengan pemahaman mendalam, kamu dapat menjawab berbagai jenis soal dan mengingat materi lebih lama,” jelas Rina Pratiwi, psikolog pendidikan dari Universitas Indonesia.
Untuk mendukung hal ini, pastikan Anda tidur cukup, makan bergizi, dan menjaga kesehatan mental agar fokus tetap terjaga. Jadi, bukan seberapa lama Anda belajar, tetapi seberapa efektif cara Anda belajar yang akan menentukan kesuksesan akademis.***(IK22/Salma)
