BANDUNGMU.COM, Batu — Belajar tentang hidup sehat tidak harus selalu duduk manis mendengarkan penjelasan guru.
Begitu pula belajar menggunakan teknologi tidak harus melulu lewat buku atau ceramah.
Di SDN Bulukerto 02, Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kota Batu, Jawa Timur, mahasiswa Kelompok 2 KKN MAS mencoba membuat dua hal tersebut terasa lebih dekat dengan keseharian anak-anak.
Mereka menghadirkan dua program unggulan, yakni BeeClean dan Cerdas Digital.
Satu mengajak siswa lebih peduli pada kebersihan dan kesehatan, sementara satu lainnya mengajak mereka mengenal teknologi dengan cara yang lebih menyenangkan.
Program BeeClean menyasar siswa kelas 4 dan dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026).
Materinya sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana mencuci tangan dengan benar dan bagaimana memilah sampah.
Anak-anak tidak hanya diberi penjelasan tentang pentingnya kebersihan.
Mereka juga diajak mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan menggunakan sabun sesuai standar kesehatan, kemudian belajar membedakan sampah organik dan nonorganik.
Salah satu anggota Kelompok 2 KKN MAS, Fadhilah, berharap kebiasaan sederhana tersebut bisa terus terbawa setelah kegiatan selesai.
“Diharapkan anak-anak SDN Bulukerto paham mengenai lingkungan hidup sehat dan bersih, anak-anak lebih aware terhadap lingkungan sekitarnya, terutama bisa membedakan antara sampah organik dan non-organik,” ujar Fadhilah.
Kalau BeeClean mengajak anak-anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan, Cerdas Digital mengajak mereka lebih cerdas saat berhadapan dengan dunia teknologi.
Program bertajuk “Cerdas Digital: Edukasi Teknologi melalui Game Kuis Interaktif” menyasar siswa kelas 5.
Kegiatan ini dilaksanakan tiga kali dalam sebulan, yakni pada 6, 13, dan 20 Agustus 2026.
Yang menarik, mahasiswa tidak memilih metode ceramah yang membuat anak-anak cepat bosan.
Materi tentang penggunaan teknologi disampaikan melalui kuis interaktif.
Sehingga siswa bisa belajar sambil bermain, menjawab pertanyaan, berpikir cepat, dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Materinya pun tidak sekadar soal bisa menggunakan gadget.
Anak-anak diajak memahami bagaimana menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan memanfaatkannya untuk kegiatan yang lebih produktif.
Untuk melengkapi kegiatan, Kelompok 2 KKN MAS juga menyiapkan kuesioner Cerdas Digital berisi pertanyaan seputar kebiasaan dan penggunaan teknologi yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Patmawati, salah satu anggota Kelompok 2 KKN MAS sekaligus pengajar program tersebut, mengatakan metode permainan dipilih agar proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus tetap memiliki tujuan edukatif.
“Sebagai pengajar dalam Program Kerja ‘Cerdas Digital: Edukasi Teknologi melalui Game Kuis Interaktif’, saya berharap program kerja ini dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan sekaligus efektif,” ujar Patmawati.
Menurutnya, kuis interaktif tidak hanya membantu anak memahami materi.
Kegiatan tersebut juga melatih mereka berpikir kritis, cepat tanggap, serta belajar bekerja sama dalam tim.
Lebih jauh, program ini diharapkan dapat menumbuhkan literasi digital sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna gadget.
Namun, mulai memahami kapan teknologi digunakan untuk belajar, mencari informasi, berkreasi, dan kapan harus membatasi penggunaannya.
Dua program tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak tidak cukup hanya membekali mereka dengan pengetahuan di dalam kelas.
Kebiasaan hidup bersih, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, hingga kecakapan menggunakan teknologi juga menjadi bekal penting untuk menghadapi kehidupan sehari-hari.
BeeClean dan Cerdas Digital pun hadir dengan pendekatan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama: membuat anak-anak lebih siap menghadapi masa depan.
Satu dimulai dari tangan yang bersih dan lingkungan yang sehat. Sedangkan yang lain dimulai dari cara menggunakan teknologi secara cerdas.
Bagi Kelompok 2 KKN MAS, kegiatan tersebut bukan sekadar program kerja yang selesai setelah mahasiswa meninggalkan sekolah.
Harapannya, kebiasaan mencuci tangan, memilah sampah, berpikir kritis, dan menggunakan teknologi secara bijak bisa terus dipraktikkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, perubahan besar sering kali memang dimulai dari kebiasaan kecil.
Dan di SDN Bulukerto 02, kebiasaan itu sedang dikenalkan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan.***(Neneng Solihat)
