Berburu Barang Klasik di Pasar Antik Cikapundung Bandung

oleh -
Ilustrasi Barang Antik. (Foto: AyoBandung).

BANDUNGMU.COM – Bagi beberapa orang, barang-barang antik terlihat cantik. Semakin tua usianya semakin menjadi daya tarik sendiri. Apalagi, barang tersebut sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri ketika bisa memiliki barang langka tersebut.

Nah, untuk kamu pecinta barang klasik wajib berkunjung di Pasar Antik Cikapundung. Berada di kawasan Cikapundung, Kota Bandung, Jawa Barat. Letaknya berada di lantai 3 Gedung Cikapundung Electronic Center. Tempat ini menjadi surga bagi pemburu barang klasik.

Hiasan dinding dengan ukiran yang cantik, lukisan antik, koin-koin yang sudah usang, perangko, barang pecah belah, mainan, alat musik sampai furnitur tersedia di pasar ini. Membuat para kolektor susah beranjak dari pasar di sudut Kota Kembang ini.

Saat memasuki pasar, pengunjung seakan langsung dibawa ke masa lampau hanya dengan melihat barang-barang antik yang dipajang. Telepon-telepon khas 1960 hingga 1970-an, enamel bergaya kolonial Belanda,keramik-keramik khas Jepang dan China memenuhi pasar.

Pasar Antik Cikapundung Bandung. ©2021 Merdeka.com/Fajri ANF.

Pada atap-atap langit tergantung jejeran lampu-lampu hias jadul. Kaset musik lawas, koin uang jadul, piringan hitam, kamera analog menjadi sudut favorit pencinta retro. Seluk beluk Pasar Cikapundung tak boleh terlewatkan saat berburu barang antik.

Setiap barang di pasar ini ada kelasnya. Ada yang jadul atau zaman dahulu, antik dan kuno. Setiap kelas berbeda pula harganya. Namun, untuk masalah harga tak perlu dipusingkan sebab calon pembeli masih bisa menawar.

Dibuka sejak 2012 lalu, Pasar Cikapundung masih menjadi tempat favorit berburu barang klasik. Tak sedikit kolektor yang datang dari dalam dan luar kota. Mereka biasa mencari barang-barang yang sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrik.

Tak hanya para kolektor saja yang berkunjung di Pasar Antik Cikapundung. Suasana jadul di pasar ini membuat bangunan ini menjadi langgananrumah-rumah produksi. Untuk keperluan artistik pembuatan film atau klip video.

Selain diminati turis lokal, turis mancanegara pun kerap kali singgah untuk mencari dan membeli barang-barang vintage di Pasar Cikapundung.

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF.

Cara termudah ke pasar ini adalah dengan menemukan ujung Jalan Cikapundung Barat yang berseberangan dengan gedung bekas Abdurrahman bin Ra’uf Trade Center. Jika sudah di lantai dasar, naik lift menuju lantai 3. Pengunjung akan langsung disambut dengan ratusan kios pedagang

Berjualan di pasar antik Cikapundung juga cukup menjanjikan, kebanyakan para pedagang mendapatkan omzet per bulan di kisaran jutaan rupiah.

Pandemi Corona-Covid, membuat salah satu wisata barang antik terbesar di Kota Bandung ini mengalami penurunan omset. Para pedagang bertahan dengan menjual dagangan secara daring. Usaha pun tak sia-sia, penghasilan berangsur pulih.

Namun, lantaran pandemi Corona pengunjung di pasar ini masih sedikit. Tingkat kunjungan wisatawan pun turun sekitar 30 persen. Pasar Cikapundung rindu dengan suasana ramai para pemburu barang antik.

Sumber: Merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *