BANDUNGMU.COM — Ketua Pimpin Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan bahwa seringnya dalam urusan kemanusiaan, Muhammadiyah selalu lebih dahulu berbuat, baru kemudian merumuskan keilmuan-normatif. Misalnya dalam bentuk fikih kebencanaan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
“Dalam konteks bencana kesehatan akibat pandemi covid-19, meski tidak tahu kapan berakhirnya, dan sudah triliunan rupiah dana yang digelontorkan, Muhammadiyah tetap akan berkomitmen membantu secara maksimal masyarakat atau warga bangsa yang terdampak,” ucap Dadang seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Minggu (06/03/2022) sore.
Semangat menolong, kata Dadang, merupakan fitrah Muhammadiyah. Dalam konteks bencana kesehatan akibat pandemi covid-19, Muhammadiyah bahkan membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) sebagai badan lintas majelis yang bertugas untuk menangani dampak covid-19.
Menurutnya, dari bantuan yang diberikan kepada warga bangsa, Muhammadiyah sama sekali tidak berharap pujian. Semangat membantu bagi Warga Muhammadiyah itu sudah biasa karena memang sudah menjadi fitrah, budaya, dan kebiasaan.
Sementara itu, menyikapi keruhnya cakrawala publik akibat berbagai wacana yang dimunculkan oleh berbagai pihak, Muhammadiyah diharap tidak larut dan ikut memperkeruh dan tetap berada di fitrahnya sebagai penolong kesengsaraan umum.
“Alhamudlillah anggota-anggota Muhammadiyah di seluruh Indonesia baik tingkat paling sampai yang rendah, semuanya sukarela menyumbangkan uangnya,” imbuhnya.
Oleh karena itu, taksiran lebih dari satu triliun sumbangan Muhammadiyah untuk menanggulangi pandemi covid-19 di Indonesia adalah angka yang wajar.
Sementara itu, terkait dengan pendengung yang gemar membanding-bandingkan sumbangan Muhammadiyah dengan dari pihak lain dengan tujuan memperkeruh suasana, Dadang meminta supaya tidak ditanggapi dengan tegang.
Ia beralasan karena sumbangan yang diberikan oleh Muhammadiyah murni atas nama Allah sehingga tidak perlu terima kasih atau balasan apa pun juga.
“Atas pujian yang diberikan Muhammadiyah tidak akan terbang, dan atas kebencian yang diberikan Muhammadiyah tidak akan jatuh,” tandas Ketua BPH Universitas Muhammadiyah Bandung ini.***












