Edukasi

Hasil Riset Perpusnas: Orang Indonesia Baca Buku 9 Jam dalam Sepekan

×

Hasil Riset Perpusnas: Orang Indonesia Baca Buku 9 Jam dalam Sepekan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi membaca. (Kaboompics).

BANDUNGMU.COM – Dikutip dari CNN Indonesia, hasil riset Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sepanjang tahun 2020 menyebut durasi rata-rata membaca buku masyarakat Indonesia adalah 1 jam 36 menit.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan dengan frekuensi dan durasi tersebut, tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

“Frekuensi membaca masyarakat Indonesia rata-rata 4 kali per minggu dengan durasi membaca 1 jam 36 menit per hari atau 9 jam 52 menit per minggu,” ucap Syarif dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/5/2021).

Baca Juga:  Uhamka Ganjar Pensiun Dini Dosen-dosen yang Tidak Kunjung Bergelar Doktor

Dalam riset itu juga, Perpusnas menyoroti masih ada ketimpangan akses literasi. Syarif mengakui luas wilayah dan jumlah penduduk Indonesia merupakan tantangan tersendiri dalam mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan tinggi budaya literasinya.

Ia menyebut kolaborasi dari hulu hingga hilir harus dilakukan agar tidak terjadi ketimpangan tersebut.

“Sesuai dengan Undang-undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 pasal 5, masyarakat mendapatkan hak yang sama untuk memperoleh layanan serta memanfaatkan dan mendayagunakan fasilitas perpustakaan, baik di daerah terpencil, terisolasi, atau terbelakang dari semua latar belakang sosial dan ekonomi,” ucapnya.

Baca Juga:  Top! Kader PCIM Iran Terjemahkan Buku Karya Jamileh Alamolhoda

Bertepatan dengan hari buku nasional, Senin (17/5/2021), ia mengaku pihaknya akan melakukan upaya peningkatan kegemaran membaca dengan memaksimalkan perpustakaan yang ada di Indonesia.

Berdasarkan sensus data perpustakaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional pada 2018, jumlah perpustakaan di Indonesia sebanyak 164.610 perpustakaan.

“International Federation of Library Association and Institution (IFLA) mencatat jumlah ini sebagai yang terbesar kedua dunia setelah India,” jelasnya.