UMBandung
Opini

Memahami Hakikat Ramadan Sebagai Bulan Produktivitas

×

Memahami Hakikat Ramadan Sebagai Bulan Produktivitas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

Oleh: Sudarman Supriyadi, peminat literasi, politik, dan sosial-keagamaan

BANDUNGMU.COM — Ramadhan, bulan suci umat Islam, tidak hanya bulan untuk berpuasa dan merayakan momen keagamaan.

Ramadhan adalah saat yang penuh berkah yang menawarkan peluang bagi umat Islam untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT serta untuk memperbaiki diri dalam segala aspek kehidupan.

Salah satu aspek yang sering kali terlupakan adalah kepentingan untuk meningkatkan produktivitas selama bulan Ramadhan ini. Apa pasal? Banyak di antara umat Islam yang malah leha-leha di bulan Ramadhan dengan alasan sedang berpuasa.

Dalam pandangan banyak tokoh Islam dunia, Ramadhan bukanlah waktu untuk berleha-leha atau menurunkan produktivitas.

Sebaliknya, Ramadhan harus dipandang sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dalam berbagai bidang kehidupan, baik spiritual maupun dunia nyata.

Baca Juga:  Menggali Pentingnya Kemampuan Menulis Bagi Dosen di Era Pendidikan Modern

Salah satu tokoh Islam terkemuka, Zakir Naik, mengungkapkan bahwa Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mengevaluasi diri kita, merencanakan tujuan baru, dan meningkatkan produktivitas kita secara keseluruhan.

Ramadhan memberikan kesempatan yang unik bagi umat Islam untuk mendisiplinkan diri, mengelola waktu dengan lebih efektif, dan fokus pada aktivitas yang memberikan manfaat baik secara spiritual maupun materi.

Tariq Ramadan, seorang pemikir Islam kontemporer, menegaskan bahwa Ramadhan adalah bulan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia.

Bulan Ramadhan, kata dia, sebagai bulan yang tepat untuk merencanakan langkah-langkah konkret demi mencapai kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Quran, melakukan salat lebih sering, dan bersedekah kepada yang membutuhkan.

Baca Juga:  Tujuh Wasiat Rasulullah SAW Kepada Umatnya

Namun, produktivitas dalam konteks Ramadhan tidak hanya terbatas pada aktivitas keagamaan semata. Umat Islam juga diharapkan untuk tetap produktif dalam pekerjaan, studi, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Sebagai contoh, Sheikh Abdal Hakim Murad, seorang ulama terkemuka dari Inggris, menyatakan bahwa Ramadhan adalah waktu untuk menyelesaikan proyek-proyek yang tertunda, mengejar impian, dan meningkatkan kualitas hidup kita secara keseluruhan.

Dengan menekankan pentingnya meningkatkan produktivitas, Sheikh Abdal Hakim Murad mengajak umat Islam untuk memanfaatkan setiap momen Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Dalam menjalani Ramadhan sebagai bulan produktivitas, penting bagi umat Islam untuk memperhatikan keseimbangan antara ibadah, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Yasir Qadhi, seorang cendekiawan Islam terkemuka, menekankan bahwa Ramadhan bukanlah waktu untuk mengabaikan tanggung jawab dunia nyata kita.

Baca Juga:  Inilah Penjelasan Kenapa Muhammadiyah Tidak Bermazhab

Sebaliknya, kita harus mencari cara untuk tetap produktif dalam semua aspek kehidupan kita, sambil tetap memprioritaskan ibadah dan spiritualitas.

Dengan demikian, penting bagi umat Islam untuk memahami hakikat Ramadhan sebagai bulan untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan memanfaatkan setiap momen Ramadhan dengan baik, umat Islam dapat meraih manfaat spiritual dan materi yang besar. Kemudian memperkuat komitmen mereka dalam mencapai kesuksesan sejati dalam kehidupan di dunia dan akhirat.

Sebagaimana disampaikan oleh Imam Al-Ghazali bahwa Ramadhan adalah waktu untuk menghidupkan kembali semangat kita dalam mencapai tujuan-tujuan yang mulia dan meningkatkan produktivitas kita sebagai hamba Allah.***

PMB UM Bandung