UMBandung
News

Membangun Karakter dengan Menulis Mushaf, Kadisdik Jabar: Semoga Peserta Didik Jadi Pribadi yang Mutakin

×

Membangun Karakter dengan Menulis Mushaf, Kadisdik Jabar: Semoga Peserta Didik Jadi Pribadi yang Mutakin

Sebarkan artikel ini
Suasana kegiatan menulis mushaf Alquran. (Foto: Tangkapan layar youtuber UMBandung).

BANDUNGMU.COM – Sejatinya setiap muslim harus bangga dengan Alquran. Kitab suci penyempurna atas kitab-kitab sebelumnya ini merupakan mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Dan setiap 17 Ramadan diperingati sebagai momen turunnya Alquran melalui perantara Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW.

Sebagai bentuk peringatan atas turunnya kitab suci Alquran (nuzululquran), Dinas Pendidikan Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan penulisan mushaf Alquran 30 juz dengan metode follow the line pada Kamis 29 April 2021.

Meskipun diadakan secara daring via aplikasi zoom dan disiarkan langsung melalui saluran youtube resmi Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung), tetapi acara ini berjalan dengan meriah. Sebanyak 165 sekolah se-Jawa Barat menjadi peserta dalam acara ini, perinciannya yaitu 57 SMA, 54 SMK, 27 SLB, dan 27 MAN.

Acara ini hasil kerja sama UMBandung dan Komunitas Cinta Indonesia 99 yang dinaungi oleh Yayasan Edukasi Nalinga Sabumi (YENS).

Baca Juga:  Soal Polemik Stadion GBLA, Ini Penjelasan Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Terkait acara ini, dalam sambutannya, Ketua YENS Dra. Eulis Hendrayani Saputra mengatakan, penulisan mushaf Alquran tersebut merupakan bagian dari kegiatan yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat yang bertepatan pada 17 Ramadan.

”Kegiatan ini menjadi bentuk rasa syukur atas nuzululquran yang sangat istimewa untuk mempertebal karakter yang mencintai khsusunya di lingkungan pendidikan,” kata Eulis.

Eulis mengatakan pengadaan kegiatan tersebut terhimpun atas kemuliaan hati para dermawan dari anggota KACI dan para donatur melalui Dinas Pendidian Jawa Barat.

”Pemilihan sekolah diambil dari keterwakilan berdasarkan data-data sekolah yang kami dapat dari kegiatan lomba video satu menit tulis mushaf Alquran 30 juz dengan metode follow the line,” lanjut Eulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi, S.STP., M.Si. juga menyampaikan aspirasinya atas kegiatan tersebut. Dedi menyebut, acara ini diharapkan bisa membentuk karakter anak bangsa.

”Kegiatan yang menjadi inovasi dari Dinas Pendidikan Jabar ini bertujuan mengisi kegiatan bulan suci Ramadan seperti berbagai kegiatan yang dilakukan program smatren Ramadan ini,” ucap Dedi.

Baca Juga:  Kemenaker: Pekerja Kontrak dan Outsourcing Berhak Dapat THR

Dedi berharap kegiatan tersebut menjadi bagian amal ibadah yang di mana pendidikan sendiri merupakan investasi yang dilakukan untuk diceritakan beberapa tahun ke depan.

”Saya berharap kegiatan hari ini menjadikan peserta didik sebagai pribadi mutakin yang memiliki 3T, yaitu ta’lim, ta’rim, dan tahdzib,” lanjutnya.

Pada waktu yang sama, Rektor UMBandung Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd. sebagai salah satu pelaksana kegiatan, menyampaikan rasa terima kasih atas diikutkannya UMBandung dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut menurut Prof. Suyatno sebagai amaliah Ramadan bagi UMBandung.

”Hal ini merupakan momentum yang sangat baik dan memberikan makna bagi peserta didik khususnya di daerah Jawa Barat,” kata Prof. Suyatno.

Ia yakin dan percaya terhadap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut, mereka mempunyai nilai tambah yang lebih. Mereka yakin mampu menghayati, memahami, dan mengamalkan nilai Alquran sebagai pedoman ajaran Islam.

Baca Juga:  Ahmad Dahlan Resmi Buka Musywil XIV Nasyiatul Aisyiyah Jawa Barat

”Diharapkan juga mereka dapat menjadi generasi qurani yang mampu membedakan antara yang hak dan batil sebagai petunjuk serta sebagai peningkatan kualitas anak didik kita,” lanjut Prof. Suyatno.

Selain itu, Prof. Suyatno juga memberikan peluang kepada peserta didik yang mendapatkan prestasi dan mmepunyai nilai tambah terkait kegiatan tersebut, untuk bergabung menjadi mahasiswa UMBandung.

”Bahkan kita akan memberikan nilai yang lebih bagi yang sudah hafal 30 juz, yaitu akan dibebaskan biaya pendidikan dari semester awal hingga semester akhir,” pungkas Prof. Suyatno.

Metode Follow the line sendiri memang cukup praktis dan efektif digunakan. Para siswa cukup mengikuti garis dengan menebali tulisan huruf dan ayat-ayat Alquran yang dicetak tipis. Syaratnya harus dilakukan dengan sabar, teliti, dan konsentrasi.***

Reporter: Firman Katon

Seedbacklink