Memori

oleh -
Ace Somantri (kanan) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) periode 2015-2021, Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd. (Foto: Dok. Ace Somantri).

BANDUNGMU.COM – Enam tahun sudah berjalan, tidak terasa waktu membina dan membimbing bersama beramal untuk kebaikan persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat pada umumnya. Bujuk rayu, terlontar memintaku untuk bersama menakhodai pendirian Universitas Muhammadiyah yang sekian lama sangat didambakan warga persyarikatan Jawa Barat.

Berbekal nekat, menembus tembok ketabuan dan seolah-olah menjadi mitos bila bisa berdiri Universitas Muhammadiyah di kota tanah Pasundan ini. Segelintir orang tua tangguh dan teguh memanduku, mengawal, dan mem-back up jiwa spiritku sebagai kader muda menjadi militan, berharap lelah semoga menjadi lillah. Inspirasi berkolaborasi potensi dengan sekelompok ilmuwan-ilmuwan muda jebolan dari berbagai latar belakang ilmu dan kompetensi ikut memotivasi diriku tampil all out.

Dalam gerakan senyap tapi cepat dan tepat, atas izin Allah SWT dan berkat doa warga persyarikatan, akhirnya mimpi berdiri dan lahirnya seonggok bayi mungil hasil jerih payah dari diskusi-diskusi kecil namun masif, keikhlasan ilmuwan muda merangkai kata dan kalimat dalam proses reproduksi keilmuan menjadi segumpal dokumen pendirian sebuah universitas  baru.

Percaya atau tidak, lahirnya sebuah Universitas Muhammadiyah baru di ibu kota tatar Sunda, yang terbilang sangat cepat, insyaa Allah menjadi hebat.

Dinamika akademik sejak lahir hingga menginjak usia tahun yang kelima ini menorehkan banyak suka duka, intrik, dan friksi menghiasi dinding akademik untuk sekeping kekuasaan tidak luput dari pandangan akademisi, namun  itu semua didasari rasa peduli pada bayi baru lima tahun ini. Tidak terasa, bayi mungil nan seksi telah meregenerasi 25 orang siap berkompetisi di era digital  dengan kontestasi kompetensi segenerasi.

Enam tahun, ternyata tidak lama ketika kita mencintai dan menyayangi serasa baru enam hari rasanya. Berbagi keluh kesah dan gelisah menata-meniti para pejuang sejati menjaga memelihara bayi mungil nan seksi telah membuat para akademisi berbagai perguruan tinggi melirik ingin dan berharap menjadi bagiannya.

Universitas Muhammadiyah Bandung, dengan brand UMBandung, menyita perhatian publik, bayi mungil nan seksi lahir dari pojok ruang 3×8 meter yang panas dan pengap tumbuh kembang di rumah megah Jalan Soekarno Hatta Bandung sehingga membuat kita percaya diri dan bangga.

Salah dan khilaf yakin pasti ada, tanggung jawab untuk menjaga  dan memelihara dengan nutrisi serta gizi terbatas dari para pengelola berjalan dengan penuh semangat dan ikhlas.

Yaa Allah yaa Rabb, kiranya siapa pun yang berkhidmat untuk agama-Mu melalui rumah tangga persyarikatan, bayi mungil nan seksi ini berharap terus tumbuh kembang menjadi dewasa sehingga mampu mencetak generasi yang peduli dan menjadi problem solver sesuai dengan eranya.

Terima kasih dan selamat Prof. Dr. Suyatno M.Pd., semoga amal salehmu mempermudah perjuangan di tempat baru dan kami tetap mendoakan sukses di mana pun aktivitasnya. Rumah megah di Jalan Soekarno Hatta Bandung menjadi kenangan indah, Insyaa Allah jauh jarak tempuh tidak akan memisahkanmu.*

Ace Somantri—Dosen Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Bandung

*Tulisan ini dibuat dalam rangka ulang tahun ke-5 sekaligus pergantian Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *