UMBandung
Opini

Mengoptimalkan Potensi Ramadhan dalam Membangun Ukhuwah

×

Mengoptimalkan Potensi Ramadhan dalam Membangun Ukhuwah

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Youtube PDM Kota Bandung.***

Oleh: Entoh Wahyu, Wakil Ketua PDM Kota Bandung

BANDUNGMU.COM – Kita patut bersyukur karena kita kembali dipertemukan oleh Allah SWT dengan bulan suci Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan yang sangat agung. Hal ini sebagaimana digambarkan oleh hadis Nabi SAW, laqaad jaa’akum syahrun, yang artinya sungguh telah datang kepada kita semua bulan yang paling mulia.

Allah SWT memerintahkan kita di siang harinya untuk melaksanakan saum, sedangkan malam harinya melaksanakan qiyamul lail atau salat tarawih.

Sebagai orang yang beriman dan bertakwa, sejatinya sepanjang waktu di bulan Ramadhan ini kita hiasi hari-harinya dengan memperbanyak amaliah sunah.

Misalnya, tadarus Al-Quran, sedekah, memberikan makanan untuk orang sahur atau berbuka, dan iktikaf di masjid sebagai ibadah-ibadah yang utama di bulan Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulan luar biasa istimewa karena Allah SWT mencurahkan berkahnya di bulan Ramadhan.

Apa yang tidak kita temukan di hari-hari lain di luar bulan Ramadhan, misalnya tukang kolak atau es buah, tetapi di bulan Ramadhan kita saksikan sore hari pedagang takjil itu seperti jamur di musim hujan.

Baca Juga:  Bersama Kelas Menulis Jadi Profesor

Insyaallah semuanya laku. Kenapa? Karena Allah SWT melimpahkan berkah di bulan Ramadhan. Orang-orang muslim mencari makanan untuk berbuka puasa ataupun sahur.

Allah SWT menurunkan berkahnya yang kedua yakni syahrun magfiratun (ampunan Allah SWT). Allah SWT memberikan ampunan bagi hamba-hambanya yang memohon ampunan.

Sesungguhnya sepanjang bulan Ramadhan adalah momentum yang tepat bagi kita untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.

Allah SWT menjanjikan ampunan kepada manusia sebagaimana hadis Nabi SAW bahwa barang siapa yang melaksanakan ibadah saum di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan perhitungan, Allah SWT akan mengampuni dosanya setahun yang telah lalu.

Kemudian Allah SWT juga janjikan di bulan Ramadhan itu adalah syahrul ijabah. Artinya, Allah SWT mengijabah setiap doa dari hamba-hambanya.

Bahkan, di antara waktu diijabahnya doa adalah bagi orang-orang yang melaksanakan saum sampai dia berbuka.

Jadi, dari sahur sampai berbuka puasa merupakan waktu diijabahnya doa-doa yang kita panjatkan ke hadirat Allah SWT.

Baca Juga:  Pengertian, Waktu, Durasi, dan Tempat Pelaksanaan Iktikaf

Artinya bukan Allah SWT tidak mampu mengijabah doa kita di luar bulan Ramadhan. Namun, ketika kita berdoa di bulan Ramadhan maka Allah akan mempercepat doa kita dikabul.

Kemudian keutamaan lain di bulan Ramadhan adalah syahrul qur’an. Allah SWT menurunkan permulaan ayat Al-Quran di bulan Ramadhan.

Ramadhan merupakan bulannya Al-Quran. Oleh karena itu, kita harus memperbanyak tadarus Al-Quran di bulan Ramadhan.

Ramadan juga syahrut tarbiyyah (bulan pendidikan) dan syahrut ta’dib (bulan untuk membentuk karakter dan peradaban manusia).

Hal yang paling utama di bulan Ramadhan yang tidak terdapat di luar bulan Ramadhan adalah Allah SWT menyediakan satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni malam kemuliaan atau malam lailatul qadar (QS Al-Qadr ayat 01-05).

Allah SWT pada malam itu menurunkan malaikat termasuk Jibril untuk mengurus urusan-urusan dari manusia. Oleh karena itu, kesejahteraanlah pada malam itu sampai fajar.

Malam lailatul qadar ini Allah SWT sediakan bagi hamba-hambanya yang berusaha untuk meraih lailatul qadar dengan beriktikaf di masjid di sepuluh hari terakhir di Ramadhan.

Baca Juga:  Peran Penting Mohammad Roem Dalam Empat Perjanjian Internasional RI

Maka dari itu, marilah kita sambut dan laksanakan Ramadhan ini dengan penuh keikhlasan.

Mari kita penuhi penuhi keimanan kita dengan berbagai amal kebaikan agar benar-benar saum yang kita amalkan atas dasar keimanan kepada Allah SWT.

Selanjutnya mari bekali Ramadan kita dengan ilmu. Bagaimana cara Rasulullah SAW sahur, berbuka, dan menghiasi hari-hari Ramadhan dengan berbagai amaliah sunah, mari kita teladani.

Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk membalut dan menjalin ukhuwah dengan keluarga dan saudara-saudara kita.

Terlebih lagi mungkin kita ada gesekan karena perbedaan pilihan politik atau karena perbedaan pilihan partai.

Ramadhan ini adalah momentum yang tepat untuk menjalin kembali ukhuwah. Harus diingat bahwa ukhuwah akan memberikan kita kekuatan dan kekuatan akan mengantarkan kita kepada pertolongan Allah SWT.

Mudah-mudahan kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang dihantarkan kepada orang-orang yang bertakwa sebagaimana apa yang dicita-citakan dalam ibadah saum.***

PMB UM Bandung