UMBandung
Islampedia

Pesan Toleransi dalam Al-Quran Menurut Ketua BPH UM Bandung

×

Pesan Toleransi dalam Al-Quran Menurut Ketua BPH UM Bandung

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Jakarta — Ketua Badan Pembinan Harian (BPH) UM Bandung Dadang Kahmad mengungkapkan bahwa banyak pesan toleransi yang terkandung dalam kitab suci Al-Quran.

Hal itu Dadang sampaikan dalam pengajian Nuzulul Qur’an di Masjid At Tanwir PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Selasa (26/03/2024).

Pesan toleransi itu di antaranya terdapat dalam Al-Quran surah Al-An’am ayat 52:

“Janganlah engkau (Nabi Muhammad) mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari, sedangkan mereka mengharapkan keridaan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka (pun) tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu sehingga engkau (tidak berhak) mengusir mereka. (Jika dilakukan,) engkau termasuk orang-orang yang zalim.”

Baca Juga:  Dakwah dan Hikmah

Dadang menyebutkan, dalam surah tersebut jelas sekali Al-Quran melarang seseorang mengganggu ibadah yang dilakukan oleh orang lain, baik orang itu beribadah di kuil, gereja, dan sebagainya.

“Ibadah apa pun jangan kamu ganggu, orang beribadah menyembah Tuhannya siang atau malam,” ungkap Dadang yang juga Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Mengulas makna surah Al-An’am ayat 52, Dadang mengungkapkan bahwa aturan toleran yang diajarkan oleh Al-Quran begitu indah.

Bahkan untuk menjaga peribadatan seseorang, orang yang sengaja mengganggu peribadatan orang lain akan dicap sebagai perbuatan yang sangat zalim.

Baca Juga:  Silaturahmi PDM Kota Bandung - MUI Perkuat Harmoni dan Toleransi

Selain itu, Al-Quran juga melarang umat Islam melarang sesembahan atau tuhan dari agama lain sebagaimana disebutkan dalam surah Al-An’am ayat 108.

Di tengah kemajemukan umat manusia, Al-Quran sejak awal turunnya telah mengajarkan bagaimana cara hidup agar bisa berdampingan dengan harmonis.

Namun, pada beberapa kejadian, masih terjadi kasus penghinaan terhadap agama lain. Hal itu disebutkan Dadang karena rendahnya literasi umat terhadap rujukan kitab sucinya.

Padahal, Al-Quran merupakan kitab yang mengajarkan manusia untuk menjalin hubungan baik dengan Tuhan, dan dengan manusia.

Baca Juga:  Isra Mikraj Nabi SAW: Melampaui Batas Fisik, Menguak Ketinggian Spiritual

Oleh karena itu, pada bulan Ramadan yang mulia ini Dadang berpesan supaya umat Islam mendekatkan dan mengakrabkan diri dengan Al-Quran.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat ini menjelaskan bahwa jika umat Islam serius dalam mendekati Al-Quran, Al-Quran akan membuka rahasia-rahasia yang ada dalam dirinya.

Sebaliknya, jika Al-Quran hanya diletakkan tanpa interaksi tentu rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya tidak akan tersampaikan.

Maka dari itu, kembali Dadang berpesan supaya bulan Ramadan ini tidak hanya disemarakkan dengan membaca Al-Quran, tetapi harus memahami maknanya.***

___

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

Seedbacklink