News

Remaja Kampung Talun Belajar Kepemimpinan, Akhlak, hingga AI Bersama UM Bandung

BANDUNGMU.COM, Bandung — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mendorong penguatan kapasitas remaja Karang Taruna Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, melalui program literasi Islami, kepemimpinan, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan budaya membaca.

Program pengabdian kepada masyarakat yang didukung pendanaan BIMA Kemdiktisaintek 2026 ini mulai berjalan sejak Juni 2026 dan melibatkan 40 anggota Karang Taruna.

Kegiatan diketuai Hernawati bersama Iim Ibrohim dan Supala, dengan Hikmi sebagai narasumber pelatihan AI serta melibatkan empat mahasiswa PAI, yakni Leon, Nizma, Aldi, dan Surya.

Program tidak hanya berisi pelatihan. Namun, mendorong remaja agar mampu mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pendidikan di lingkungannya.

Materinya mencakup kepemimpinan, penguatan akhlak, literasi Islami, pemanfaatan AI, pojok baca, dan gerobak literasi.

Dalam pelatihan kepemimpinan, Supala menekankan pentingnya tanggung jawab, kemampuan mendengarkan, dan keteladanan.

Peserta juga diajak menggunakan simulasi dan studi kasus agar mampu menghadapi persoalan organisasi secara nyata.

Sementara itu, Iim Ibrohim menempatkan akhlak sebagai fondasi dalam penggunaan ilmu dan teknologi.

“Sepintar apa pun seseorang memimpin atau menguasai teknologi, tanpa akhlak yang baik semua itu bisa disalahgunakan,” ujarnya.

Aspek teknologi diperkuat melalui pelatihan AI yang disampaikan Hikmi.

Peserta diajak mempraktikkan AI untuk menyusun materi kegiatan, membuat konten edukatif, hingga mendukung pekerjaan organisasi.

Hikmi juga mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kejujuran, ketepatan informasi, hak cipta, dan etika dalam menggunakan AI.

Di bidang literasi, tim pengabdian bersama Karang Taruna mengembangkan pojok baca dengan 245 buku.

Hernawati menjelaskan, pengelolaan pojok baca secara bertahap diserahkan kepada anggota Karang Taruna agar program tetap berjalan setelah pendampingan selesai.

Selain pojok baca, hadir pula gerobak literasi yang berkeliling ke sejumlah RT setiap Minggu.

Program ini melibatkan anggota Karang Taruna sebagai pengelola sekaligus penggerak budaya membaca di lingkungan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Kampung Talun Adi Surya mengapresiasi program tersebut.

Menurutnya, anggota Karang Taruna memperoleh pengalaman baru, mulai dari kepemimpinan dan pengelolaan pojok baca hingga pemanfaatan AI untuk organisasi.

Ia berharap kegiatan dapat dilanjutkan secara mandiri dengan tetap berkomunikasi bersama UM Bandung.

Perpaduan literasi Islami, akhlak, kepemimpinan, AI, dan budaya membaca diarahkan untuk membentuk generasi muda yang seimbang antara kemampuan intelektual, kecakapan teknologi, karakter, dan kepedulian sosial.

Program ini sekaligus menempatkan remaja bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai pengelola dan penggerak kegiatan di lingkungannya.

Dengan pendekatan tersebut, UM Bandung berharap gerakan literasi dan pemberdayaan remaja di Kampung Talun dapat terus berkembang setelah program pengabdian berakhir.

Sekaligus memberi manfaat bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara berkelanjutan.***

Exit mobile version