BANDUNGMU.COM, Bandung — SMA Muhammadiyah 1 Bandung (SMAMSA) menetapkan arah pengembangan sekolah sebagai sekolah riset dan inovasi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mutu pembelajaran sekaligus membangun budaya riset di kalangan guru dan peserta didik.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Bandung Dra. Nia Suminar mengatakan, arah pengembangan tersebut ditetapkan melalui pertemuan konsolidasi strategis bersama jajaran pimpinan sekolah dan pemangku kepentingan pada Kamis (22/10/2026).
“Kami keluarga besar SMAMSA Bandung baru saja mengadakan pertemuan yang menetapkan sekolah SMA Muhammadiyah 1 Bandung menjadi sekolah riset dan inovasi di masa depan,” ujar Nia.
Menurutnya, riset dan inovasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya pembelajaran dan pengembangan sekolah.
Dengan pendekatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai materi pelajaran. Namun, mampu berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan.
Nia berharap pengembangan tersebut dapat menjadikan SMAMSA sebagai sekolah yang unggul, adaptif, dan berkemajuan dengan menempatkan riset serta inovasi sebagai landasan pembelajaran.
“Harapan kami dan semua stakeholder SMAMSA Bandung, mudah-mudahan SMAMSA Bandung sebagai sekolah yang unggul, adaptif, dan berkemajuan dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai budaya utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan sekolah,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, SMAMSA menyiapkan dua strategi utama, yakni recharging dan rebranding.
Strategi recharging diarahkan untuk memperkuat kembali semangat, kompetensi, dan komitmen profesional para guru agar terus belajar dan mengembangkan metode pembelajaran.
Guru juga didorong memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran dan melahirkan inovasi pendidikan.
“Mudah-mudahan dengan recharging ini, semua guru kembali energinya terpompa, bersemangat, berkomitmen, sehingga guru tersebut didorong untuk terus belajar, berinovasi, memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bijak,” jelas Nia.
Sementara itu, strategi rebranding dilakukan untuk memperkuat identitas dan citra sekolah sebagai institusi pendidikan yang berkarakter, unggul dalam riset, dan inovatif dalam pembelajaran.
Pengembangan tersebut tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.
“Sementara itu langkah selanjutnya SMAMSA melakukan rebranding. Jadi ini merupakan langkah membangun kembali identitas dan citra SMAMSA sebagai sekolah yang memiliki karakter yang kuat, unggul dalam riset, inovatif dalam pembelajaran, sehingga tentu saja ini selamanya berlandaskan nilai-nilai keislaman serta berorientasi pada masa depan,” terangnya.
Melalui pengembangan sekolah berbasis riset dan inovasi, SMAMSA menargetkan terbentuknya lingkungan belajar yang mendorong guru menjadi penggerak perubahan dan peserta didik berperan sebagai peneliti muda serta pencipta solusi.
Nia menegaskan, setiap program sekolah diharapkan menghasilkan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan kehidupan masyarakat.***(Aqbil)
