BANDUNGMU.COM — Indonesia kalah dengan agregat 2-6 dari Thailand di final Piala AFF. Skuad Garuda sudah berjuang keras, pulanglah dengan kepala tegak!
Thailand vs Indonesia berlangsung di National Stadium, Singapura pada Sabtu (1/1/2022) dalam leg kedua final Piala AFF. Thailand sudah mengantongi kemenangan 4-0 di leg pertama.
Di leg kedua, laga berjalan ketat. Indonesia yang sempat unggul di menit ketujuh oleh golnya Ricky Kambuaya, nyatanya kemudian tak berjalan mulus.
Di awal babak kedua, Thailand menekan. Dua gol dalam jangka waktu yang cepat berhasil dibukukan oleh Adisak Kraisorn di menit ke-54 dan Sarach Yooyen di menit ke-56.
Indonesia selanjutnya masih bisa menyamakan kedudukan via gol Egy Maulana Vikri di menit ke-81. Skor pun berakhir 2-2.
Secara agregat, Thailand menang 6-2 atas Indonesia. Tim Gajah Perang pun mengukuhkan dirinya sebagai tim terbaik di ASEAN, dengan total koleksi terbanyak trofi Piala AFF sebanyak enam kali.
Sementara Indonesia, kembali harus gagal di partai final. Tercatat, sudah enam kali jadi runner-up
Meskipun begitu, Indonesia setidaknya bisa pulang dengan kepala tegak. Para pemain sudah berjuang keras.
Apalagi, Skuad Garuda di Piala AFF kali ini merupakan tim termuda dengan rata-rata usia 23 tahun. Banyak pemain mudanya yang bersinar seperti Witan Sulaeman (20 tahun), Ramai Rumakiek (19 tahun), Pratama Arhan (20 tahun), Asnawi Mangkualam (22 tahun), dan Alfeandra Dewangga (20 tahun).
Setidaknya, masa depan Timnas Indonesia mulai terlihat cerah. Semoga di turnamen selanjutnya, bisa raih gelar juara!
“Skuad kami masih muda dan kalah dalam soal pengalaman. Namun mereka terus berjuang walau berat dan menunjukkan semangatnya, itu adalah hal yang positif,” kata pelatih Shin Tae-yong, selepas laga.
Arhan jadi pemain muda terbaik
Bek Timnas Indonesia Pratama Arhan terpilih menjadi pemain muda terbaik di Piala AFF 2020. Pemain PSIS Semarang itu mengalahkan dua kompatriotnya, Witan Sulaeman dan Alfeandra Dewangga.
Arhan memang tampil memukau sepanjang turnamen. Ia hampir selalu dipercaya pelatih Shin Tae-yong untuk mengisi pos bek kiri, dan hanya absen dua kali sepanjang turnamen, yakni saat diistirahatkan melawan Laos di fase grup dan ketika harus menjalani sanksi akumulasi kartu di leg pertama final melawan Thailand.
Arhan begitu cakap dalam bertahan maupun membantu serangan. Opta mencatat ia mencetak dua gol selama turnamen dari enam percobaan yang dilepaskan, empat di antaranya mengarah ke gawang. Masing-masing gol tercipta saat melawan Malaysia dan Singapura.
Untuk urusan bertahan, Arhan juga tak mengecewakan. Sepanjang turnamen, ia membuat enam sapuan, dua blok, sepuluh intersep, 80 persen tekel sukses, hingga 50 persen duel udara sukses. Ia juga memiliki kemampuan lemparan ke dalam jarak jauh yang bagus.
Absennya Arhan di leg pertama final Piala AFF 2020 melawan Thailand juga meninggalkan celah di lini pertahanan Indonesia. Setidaknya ada dua gol War Elephants yang berasal dari serangan di sisi kiri.
Segala hal yang telah ditunjukkan Arhan selama Piala AFF 2020 meyakinkan para juri dan suporter untuk memilihnya sebagai pemain muda terbaik. Berdasarkan penilaian, Arhan berhasil mengungguli para pesaing. Vote yang diterimanya juga mencapai 60.122 suara.
Ia berhasil menyingkirkan Witan dan Dewangga yang finis kedua dan ketiga, serta Thanawat Suengchitthawon (Thailand) dan Sieng Chanthea (Kamboja) yang melengkapi posisi lima besar.***
