News

Tumbuhkan Gairah Berinvestasi, FEB UM Bandung Resmikan Galeri Investasi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Bandung meresmikan Galeri Investasi Syariah di lobi UM Bandung, Jumat (16/7/2022). Acara tersebut dihadiri rektor UM Bandung, Dekan FEB UM Bandung, Bagian Pengawasan Pasar Modal KR 2 Jawa Barat OJK, PT Bursa Efek Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan beberapa tamu undangan lainnya.

BANDUNGMU.COM Investasi merupakan hal penting! Karena itu perlu gairah untuk menumbuhkannya, terutama di kalangan mahasiswa.

Terkait hal tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Bandung meresmikan Galeri Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) di lobi UM Bandung, Jumat (15/07/2022).

Adapun yang hadir pada kegiatan tersebut, yakni rektor UM Bandung, Dekan FEB UM Bandung, Bagian Pengawasan Pasar Modal KR 2 Jawa Barat OJK, PT Bursa Efek Indonesia, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan tamu undangan lainnya.

Kepala Divisi Pengembangan Pasar PT BEI Dedy Priadi mengatakan berdirinya galeri investasi tersebut menjadikan UM Bandung sebagai bagian dari BEI.

Ia juga mengatakan bahwa galeri tersebut menjadi edukasi mengenai pasar modal bagi para mahasiswa.

”Ini ajang edukasi bagi mahasiswa dan memudahkan akses bagi mereka untuk mendapatkan profesi-profesi di bidang pasar modal,” ucap Dedy.

Menjadi pelaku di pasar modal

Menurut Dedy, Galeri Investasi Syariah tersebut, selain para mahasiswa bisa menjadi pelaku profesi di pasar modal, juga dapat menjadikannya sebagai investor di bidang tersebut.

”Apabila menjadi pengusaha, nantinya itu juga bisa menjadi akses untuk mendapatkan sumber pendanaan di pasar modal Indonesia,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal KR 2 Jawa Barat OJK, Tjandra Nyata Kusuma berharap fasilitas pada galeri investasi bisa bermanfaat bagi para mahasiswa.

”Para mahasiswa dapat memberikan edukasi kepada masyarakat agar paham pasar modal dan bisa menikmati keuntungan di pasar modal itu sendiri,” imbaunya.

Investasi

Tjandra mengatakan, investasi menjadi kebutuhan para mahasiswa dalam memenuhi siklus kehidupan dan dapat mengatasi inflasi yang terjadi.

”Hal tersebut menjadikan kita butuh investasi, sehingga aset kita ke depan menjadi lebih tinggi,” kata Tjandra.

Dalam melakukan sebuah investasi, para mahasiswa perlu belajar mengenai analisis fundamental dan analisis teknikal.

Pembelajaran tersebut membuktikan bahwa investasi bukanlah bagian dari judi. ”Intinya semua investasi harus kita pelajari dulu ilmunya sebelum berinvestasi,” jelasnya.

Acara peresmian tersebut juga dilanjutkan dengan seminar Pasar Modal secara hybrid yang menghadirkan berbagai narasumber dari KR 2 Jawa Barat OJK, BEI Jawa Barat, dan dari UM Bandung.

Rektor UM Bandung Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc IPU mengatakan terbatasnya pemahaman terhadap pasar modal membuat masyarakat takut dan apatis dalam melakukan investasi.

Tak hanya itu, banyaknya kasus investasi bodong yang mencuat beberapa waktu lalu memperparah kepercayaan masyarakat dalam berinvestasi.

”Para mahasiswa harus menjadi pejuang investasi syariah dan memperluas pemahamannya mengenai pasar modal bagi masyarakat luas,” tandas rektor. *** (Firman Katon)

Exit mobile version