News

UAD Kukuhkan Empat Guru Besar, Rektor Tekankan Marwah Keilmuan dan Kontribusi Bangsa

BANDUNGMU.COM, Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mengukuhkan empat guru besar melalui Sidang Terbuka Senat pada Sabtu (30/08/2025). Dengan prosesi ini, jumlah guru besar UAD kini bertambah menjadi 57 orang.

Rektor UAD Profesor Muchlas menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para guru besar dan dosen yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendidik generasi bangsa.

Ia menegaskan bahwa guru besar harus terus menjunjung tinggi etika dan marwah keilmuan, baik di lingkungan universitas maupun persyarikatan Muhammadiyah.

“Kami berharap kita semua menjadi penjaga marwah keilmuan bagi UAD maupun bagi persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karena itu mari kita junjung etika-etika akademik kita dalam menghasilkan berbagai karya-karya besar dalam konteks catur dharma perguruan tinggi,” ucap Muchlas.

Selain menjaga etika akademik, Muchlas juga mendorong agar para guru besar tetap produktif dalam berkarya. Ia menekankan bahwa pengukuhan bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Mari menghasilkan karya-karya yang spektakuler dan jangan berhenti karena sudah dikukuhkan menjadi guru besar. Justru dengan menjadi guru besar, kita memiliki kewajiban baik secara akademik ataupun moral untuk terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan bangsa dan negara,” jelasnya.

Muchlas menambahkan bahwa guru besar juga harus menjadi teladan bagi para akademisi lain, khususnya dalam melaksanakan catur dharma perguruan tinggi. Ia menegaskan pentingnya peran guru besar sebagai rujukan dalam pengembangan ilmu dan kepakaran.

“Para guru besar juga harus menjadi panutan dan rujukan dari teman sejawat dalam melaksanakan catur dharma perguruan tinggi khususnya dalam mengembangkan keilmuan dan kepakaran sehingga apa yang dilakukan akan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Muchlas.

Lebih lanjut, Muchlas menekankan perlunya integrasi antara ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman. Hal ini menurutnya menjadi ciri khas UAD sekaligus amanah yang harus dijalankan oleh para akademisi.

“Melalui pencapaian guru besar ini, kita tidak surut melaksanakan integrasi keilmuan antara ekspertis yang dimiliki dengan ilmu dan nilai keislaman yang dikembangkan oleh Universitas Ahmad Dahlan,” tutupnya.

Pengukuhan empat guru besar dilakukan langsung oleh Ketua Senat dan Rektor UAD. Masing-masing profesor menyampaikan pidato pengukuhan sesuai dengan bidang kepakarannya.

Adapun empat guru besar yang dikukuhkan yaitu Surahma Asti Mulasari (kepakaran Pengolahan Sampah dan Manajemen Lingkungan), Elli Nur Hayati (kepakaran Psikologi Komunitas Kelompok Rentan), Nining Sugihartini (kepakaran Teknologi Formulasi Sediaan Obat dan Kosmetika), dan Dody Hartanto (kepakaran Bimbingan dan Konseling Keluarga).***

Exit mobile version