UMBandung
Polhukam

7 Pertimbangan Menggunakan E-Voting dalam Pemilu di Internet

×

7 Pertimbangan Menggunakan E-Voting dalam Pemilu di Internet

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM – “Meluasnya teknologi yang tidak aman seperti pemungutan suara melalui internet membuat hasil pemilu menjadi kurang dapat dipercaya—di saat pemilu yang aman dan dapat diverifikasi menjadi hal yang lebih penting dari sebelumnya.” (earlyvoting.net).

“Pemilu di internet” mengacu pada proses pemilihan umum atau pemilihan secara online di mana pemilih dapat memberikan suara mereka melalui platform internet. Meskipun konsep ini terdengar menarik, ada berbagai aspek teknis, keamanan, dan kebijakan yang perlu dipertimbangkan dengan serius sebelum mengimplementasikannya.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

1. Keamanan:

Memastikan keamanan sistem agar terhindar dari ancaman siber, serangan peretasan, dan manipulasi suara. Perlunya mekanisme otentikasi yang kuat untuk memastikan bahwa pemilih yang memberikan suara adalah orang yang seharusnya dan bukan identitas palsu.

Baca Juga:  Tingkatkan SDM Bidang Pertahanan, SESKO TNI Lakukan MoU dengan UIN Bandung

2. Integritas dan Keaslian Suara

Sistem harus dapat memastikan inte gritas dan keaslian suara untuk menghindari manipulasi atau pemalsuan hasil. Mengimplementasikan teknologi enkripsi untuk melindungi data pemilih dan menjaga kerahasiaan suara.

3. Aksesibilitas

Pastikan bahwa sistem dapat diakses oleh semua warga, termasuk mereka yang mungkin memiliki keterbatasan fisik atau teknologi. Memastikan bahwa pemilihan umum tetap inklusif dan memenuhi standar keadilan.

4. Verifikasi Identitas

Mengembangkan mekanisme verifikasi identitas yang kuat untuk memastikan bahwa pemilih adalah warga yang sah dan memiliki hak pilih.

5. Kesetaraan dan Keadilan

Memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses yang setara dan adil terhadap pemungutan suara online. Menghindari potensi diskriminasi atau ketidaksetaraan dalam akses teknologi.

Baca Juga:  UAD Hibahkan Sistem E-Voting

6. Pengawasan dan Transparansi

Menetapkan mekanisme pengawasan yang kuat untuk memastikan integritas dan keabsahan proses pemilihan. Membuat proses dan hasil pemilihan umum transparan bagi masyarakat.

7. Hukum dan Kebijakan

Mengembangkan kerangka hukum dan kebijakan yang memadai untuk mengatur pemilu di internet. Menyelaraskan aturan hukum dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Pemilihan umum di internet memiliki potensi untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan efisiensi proses pemungutan suara, tetapi juga membawa tantangan dan risiko tertentu. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian menyeluruh dan pembahasan di tingkat masyarakat dan pemerintah sebelum mengadopsi sistem pemilu di internet secara menyeluruh.

Pemungutan suara melalui internet membahayakan privasi pemilih, kapasitas untuk memilih, dan kepercayaan bahwa suara mereka dicatat dan dihitung secara akurat—dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemilu kita.

Baca Juga:  Tuduhan Din Syamsuddin Radikal, Ketua Umum MUI: Sungguh Terlalu!

Hal itulah yang mendorong earlyvoting.net untuk fokus mengkaji e-voting melalui teknologi, bahwa setiap pemilih mempunyai hak atas surat suara rahasia yang tidak dapat ditelusuri kembali ke mereka, namun identitas pemilih juga harus diverifikasi untuk memastikan tidak ada orang lain yang memberikan suara atas nama mereka.

Kombinasi privasi dan verifikasi ini tidak mungkin dilakukan dengan teknologi pemungutan suara internet saat ini. Sebaliknya, surat suara yang diverifikasi oleh pemilih direkomendasikan sebagai opsi pemungutan suara yang paling aman, karena surat suara tersebut dapat diaudit dan dihitung ulang untuk mengonfirmasi hasil pemilu. ***

PMB UM Bandung