PMB UMbandung
News

Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Cetak Lulusan Kompetitif dan Cepat Dapat Kerja

×

Prodi Teknologi Pangan UM Bandung Cetak Lulusan Kompetitif dan Cepat Dapat Kerja

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Sebelum masuk ke dunia industri pangan nasional, Genta Safa Ramadhan pernah berada di titik yang membuat banyak orang ragu.

Lulusan IPS itu memilih menembus Prodi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, jurusan yang identik dengan mata kuliah sains dan praktikum laboratorium.

Pada sisi lain, keterbatasan ekonomi membuatnya hanya bisa melanjutkan kuliah melalui beasiswa.

Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah menjadi alasan untuk menyerah. Justru dari ruang-ruang kelas, laboratorium, hingga tempat dia bekerja sampingan selepas kuliah, Genta merajut mimpi yang kini telah menjadi kenyataan. Ikhtiar maksimal jadi motivasi meraih sukses.

Lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi sederhana, Genta mengaku sempat tidak percaya bisa mengenyam pendidikan tinggi.

Kesempatan menjadi mahasiswa UM Bandung menjadi titik balik yang mengubah arah hidupnya.

”Alhamdulillah saya bisa kuliah di UM Bandung melalui jalur beasiswa. Kesempatan itu benar-benar meringankan beban keluarga dan membuka jalan bagi saya untuk meraih cita-cita,” ujarnya.

Tantangan berikutnya datang dari perbedaan latar belakang pendidikan.

Berasal dari jurusan IPS di bangku SMA, Genta harus beradaptasi dengan berbagai mata kuliah sains yang menjadi fondasi Teknologi Pangan.

Memang tidak mudah, tetapi dia memilih menjadikan kesulitan sebagai motivasi untuk belajar lebih keras. Akhirnya dia pun bisa dan terbiasa.

Baca Juga:  Dukung Penelitian Akademik Berkualitas, Muhammadiyah Gelontorkan Dana Beasiswa Tugas Akhir Bagi Mahasiswa

Hari-harinya dipenuhi dengan jadwal kuliah, praktikum di laboratorium, menyelesaikan tugas, hingga bekerja mencari pundi-pundi tambahan ketika perkuliahan usai atau sedang libur. Baginya, setiap aktivitas bekerja adalah bagian dari perjuangan untuk mewujudkan mimpi.

Di tengah kesibukan tersebut, dia terus mengingat dorongan para dosennya di kampus yang selalu memotivasi mahasiswa agar berani berinovasi dan tidak takut menghadapi tantangan.

Pesan itu menjadi energi yang membuatnya bertahan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu pada 2024 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,69.

Hasil usaha keras itu tidak membutuhkan waktu lama untuk membuahkan hasil. Hanya satu bulan setelah wisuda, Genta diterima bekerja di salah satu perusahaan pangan.

Setelah memperoleh pengalaman selama sekitar tujuh bulan, dia kemudian melanjutkan karier di salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia yang berlokasi di Bandung.

Perjalanan Genta menjadi gambaran bagaimana pendidikan mampu mengubah masa depan seseorang.

Sosok yang mengidolakan BJ Habibie itu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi, perbedaan latar belakang jurusan, hingga kesibukan mencari nafkah bukanlah penghalang untuk meraih karier profesional di industri pangan.

Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Bandung Dr Khairiah SP MT mengatakan kisah seperti Genta bukanlah sesuatu yang kebetulan.

Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di bidang pangan terus meningkat seiring berkembangnya tantangan nasional dan global.

Baca Juga:  Dorong Ketahanan Pangan, PWM Yogyakarta Bangun 50 TokoMu dan DC Besar

”Pangan akan selalu menjadi isu strategis, baik di tingkat nasional maupun global, karena berkaitan langsung dengan kehidupan manusia. Mempelajari ilmu dan teknologi pangan akan selalu relevan sampai kapan pun,” ujarnya di UM Bandung pada Selasa (28/7/2026).

Dia menjelaskan, perubahan iklim, krisis pangan dunia, pertumbuhan penduduk, dinamika geopolitik, hingga isu pajak karbon membuat sektor pangan menjadi salah satu bidang yang paling dibutuhkan di masa depan.

Bahkan, perkembangan inovasi real food dan imitation food membuka peluang baru bagi lulusan Teknologi Pangan UM Bandung untuk berkontribusi dalam menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, Prodi Teknologi Pangan UM Bandung terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui kurikulum yang adaptif, praktikum berbasis industri, dan dukungan fasilitas modern.

Salah satu keunggulannya adalah keberadaan Mini Teaching Factory Food Industry yang memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman belajar layaknya bekerja di industri pangan sebelum benar-benar memasuki dunia kerja.

Selain pembelajaran di laboratorium, mahasiswa juga dibekali pengalaman melalui berbagai program magang, penelitian, dan kolaborasi dengan industri.

Pendekatan ini membuat lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi memiliki kompetensi praktis yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Khairiah mengungkapkan bahwa daya serap lulusan Prodi Teknologi Pangan UM Bandung tergolong sangat tinggi.

Baca Juga:  MDMC Kabupaten Bogor Pelajari Kearifan Lokal Kesiapsiagaan Bencana

Sebagian besar alumni telah memperoleh pekerjaan dalam rentang tiga hingga enam bulan setelah lulus, bahkan tidak sedikit yang sudah menerima tawaran kerja sebelum prosesi wisuda.

”Apalagi sekarang ada berbagai program strategis nasional di bidang pangan. Hampir seluruh lulusan kami terserap di dunia kerja karena kebutuhan industri terhadap tenaga ahli pangan terus meningkat,” katanya.

Tak heran jika setiap tahun Prodi Teknologi Pangan UM Bandung jadi salah satu prodi yang banyak diminati calon mahasiswa.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap ketahanan pangan, keamanan pangan, dan inovasi produk pangan, prodi ini menawarkan prospek karier yang luas.

Mulai dari industri makanan dan minuman, lembaga penelitian, laboratorium pengujian, instansi pemerintah, hingga menjadi technopreneur di bidang pangan.

Kisah Genta menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari jalan yang mudah.

Dengan kesempatan belajar, lingkungan akademik yang mendukung, dosen yang inspiratif, dan semangat untuk terus berjuang, mimpi yang dahulu terasa mustahil perlahan berubah menjadi kenyataan. Dia kini berkarier di perusahaan pangan terkemuka.

Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa Prodi Teknologi Pangan UM Bandung tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.***(FA)

PMB UMBandung