PMB UMbandung
News

Iktikaf Kader Mubalig Muda Muhammadiyah Upaya Wujudkan Mubalig Berkemajuan

×

Iktikaf Kader Mubalig Muda Muhammadiyah Upaya Wujudkan Mubalig Berkemajuan

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM — Kader telah, sedang, dan akan terus menjadi unsur primer dalam pergerakan Muhammadiyah dari masa ke masa.

Api perjuangan dan pengorbanan dakwah sedari KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah sampai pada momentum terakhirnya menitipkan Muhammadiyah sudah seharusnya menjadi communal awareness yang dimiliki oleh setiap kader Muhammadiyah.

Dengan banyaknya persoalan baru yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari menjadi tantangan sekaligus tuntutan bagi para kader Muhammadiyah untuk memberikan solusi juga jawaban atas segala hal persoalan tersebut.

Baca Juga:  Ternyata Muhammadiyah Perintis Penyelenggaraan Haji di Indonesia

Bulan suci Ramadhan ini menjadi momentum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Garut untuk menyelenggarakan Iktikaf Kader Mubalig Muda Muhammadiyah dengan tema “Menumbuhkembangkan Kader Mubalig Muda Menuju 1 Ranting 1 Mubalig”.

Kegiatan ini diprakasai oleh Majelis Kader, Majelis Tablig, dan Lazizmu Garut, dari tanggal 21-23 Ramadan 1443 H/22-24 April 2022 di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Garut.

Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi seluruh kader Muhammadiyah Kabupaten Garut untuk terus berjuang berdakwah di setiap lini kehidupan.

Baca Juga:  Didukung PC IMM Subang, IMMawan Rija Nurfalah Silmi Siap Bersaing di Musyda IMM Jabar

Iktikaf dalam kegiatan ini bukan hanya berdiam diri untuk bermunajat kepada Allah SWT. Namun, iktikaf di sini adalah bentuk kesadaran seluruh kader Muhammadiyah se-Kabupaten Garut untuk bisa melanjutkan estafet dakwah Muhammadiyah di kancah nasional ataupun intenasional.

“Mubalig-mubalig Muhammadiyah ke depannya akan terus face to face dengan berbagai macam permasalahan sosial juga tantangan masyarakat luas. Seiring perkembangan zaman, para mubalig pun harus dilatih untuk senantiasa bisa menjawab persoalan-persoalan yang ada di masyarakat,” kata Yusran Hanif, Master of Training Iktikaf Kader Mubalig.

Baca Juga:  Dialog Ideopolitor PWM Jawa Barat Resmi Berakhir, Ini Kesan Ketua PDM

Misi dakwah para mubalig Muhammadiyah akan terus berdatangan dengan silih bergantian. Ekspansi dakwah pada zaman sekarang tidak lagi mengenal batas ruang dan waktu.

Dakwah di era disrupsi ini haruslah bisa adaptif juga inovatif dalam pengemasan dakwah yang akan disebarkan.

Pada hakikatnya dakwah dalam persyarikatan haruslah diselaraskan dengan tujuan Muhammadiyah itu sendiri, yakni menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.***

PMB UMBandung