BANDUNGMU.COM, Bandung – Hobi tidak hanya berfungsi sebagai pengisi waktu luang. Bagi Fathur Raihan Akbar, mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Bandung, hobi mendaki gunung justru membuka jalan menuju kesuksesan bisnis. Dengan semangat dan kreativitas, Fathur membangun usaha penyewaan alat pendakian serta layanan open trip yang ia rintis hanya dengan modal awal Rp500 ribu.
Awal Mula Ketertarikan pada Dunia Pendakian
Fathur menceritakan bahwa minatnya terhadap dunia pendakian tumbuh sejak ia duduk di bangku SMP kelas IX. Saat itu, seorang teman mengajaknya mengikuti kegiatan luar ruang di Gunung Geulis, Sumedang. Pengalaman pertama tersebut menumbuhkan kecintaannya pada kegiatan mendaki, yang terus ia tekuni hingga sekarang.
Membangun Bisnis dari Hobi
Seiring waktu, kecintaan Fathur terhadap pendakian semakin berkembang. Ia mendapat banyak inspirasi dari senior-senior di komunitas pendaki gunung. Dari sana, Fathur memutuskan untuk mengubah hobinya menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka peluang kerja. “Saya ingin mencoba hal baru dan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Fathur.
Fathur memulai bisnis ini dengan modal yang sangat terbatas, yakni Rp500 ribu. Ia menggunakan dana tersebut untuk membeli beberapa peralatan outdoor sederhana sebagai langkah awal usaha. “Dengan modal Rp500 ribu, saya bisa membeli perlengkapan dasar dan langsung menjalankan usaha ini,” tuturnya.
Menghadapi Tantangan dan Meningkatkan Popularitas Usaha
Seiring berjalannya waktu, bisnis Fathur semakin dikenal di kalangan pendaki. Namun, peningkatan permintaan sempat menimbulkan tantangan, terutama keterbatasan stok alat pendakian. Meski harus membagi waktu dengan kuliah, Fathur tetap menjalankan usahanya berkat dukungan penuh dari keluarga. Ia pun mengelola bisnis secara fleksibel melalui kerja sama dengan anggota keluarganya.
Dalam memasarkan usahanya, Fathur memilih memanfaatkan media sosial. Ia terlebih dahulu melakukan riset pasar untuk memahami kebutuhan audiens, lalu merancang strategi promosi yang tepat. Hingga kini, layanan open trip pendakian gunung menjadi produk paling diminati karena banyak orang ingin menikmati pengalaman hiking tanpa harus menyiapkan perlengkapan sendiri.
Bagi Fathur, bisnis ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga meningkatkan kemandirian finansial. “Dampaknya sangat besar bagi saya, karena saya bisa mandiri secara finansial,” katanya. Ia juga mendorong mahasiswa lain agar tidak ragu menjadikan hobi sebagai peluang usaha.
Rencana ke Depan: Outlet Resmi dan Perluasan Layanan
Ke depan, Fathur berencana membuka outlet resmi agar pelanggan lebih mudah mengakses layanan penyewaan alat pendakian dan informasi open trip secara langsung. Kisah Fathur Raihan Akbar pun menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda. Melalui perjalanan ini, ia membuktikan bahwa tekad, kreativitas, dan keberanian untuk mencoba mampu mengubah hobi menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. ***(IK22/Celinda)












