News

Keren Banget! Neisa Raih IPK Tertinggi pada Wisuda Virtual UM Bandung

×

Keren Banget! Neisa Raih IPK Tertinggi pada Wisuda Virtual UM Bandung

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Bandung – Gelaran wisuda virtual Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung), Senin 08 Maret 2021, menyisakan cerita menarik yang bisa menginspirasi mahasiswa lain yang saat ini masih kuliah.

Ya, Neisa Hadhnah Rahayu Al-Uluwiyah atau akrab dipanggil Ica dari Prodi Hukum Keluarga Islam UM Bandung sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dengan nilai 3,97. Tentu hal ini sangat membanggakan.

Gadis berhijab kelahiran Cianjur 08 Oktober 1997 ini merasa senang mendapat IPK tertinggi saat wisuda kemarin. Neisa merasa bahwa hal itu adalah berkah dan anugerah dari Allah SWT.

”Alhamdulillah, tentu merasa bahagia dan tak menyangka. Namun, tidak merasa berpuas diri karena ini baru langkah awal dari perjalanan panjang mewujudkan mimpi,” ucap Neisa yang punya cita-cita ingin menjadi International Islamic Family Laws Consultant ini.

Ketua Umum Komunitas Mubtada ini menurutkan, awal dirinya tertarik kuliah di UM Bandung, yakni ketika tahun 2016 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat menyelenggarakan Program Pendidikan Ulama Tarjih dan bekerja sama dengan STAIM Bandung, yang sekarang menjadi Fakultas Ilmu Keislaman UM Bandung. Tujuannya untuk mencetak seribu kader ulama tarjih.

Baca Juga:  IMM Tidak Berafiliasi dengan Partai Politik

Program tersebut menawarkan ”double degree” dengan terintegrasi kurikulum prodi Hukum Keluarga Islam dengan pesantren luhur (Ma’had ‘Aly STAIM Bandung). ”Saya tertarik untuk bergabung dengan program tersebut,” ucapnya.

Selain melihat fakta lapangan bahwa permasalahan keluarga di Indonesia terutama di lingkungan sekitar, menurut Neisa, menjadi sumber berbagai permasalahan yang ada, baik moril maupun materil.

Menurut gadis yang punya hobi membaca ini, keluarga menjadi pilar utama untuk mewujudkan bangsa yang berperadaban, dan tentu hukum sebagai alat rekayasa sosial menjadi sangat penting.

”Saya memutuskan untuk memilih prodi Hukum Keluarga Islam, sebagai bentuk tanggung jawab awal untuk membentuk peradaban. Simplenya saya ingin bangsa ini menjadi bangsa berperadaban dan semuanya dimulai dari keluarga,” tuturnya.

Baca Juga:  UM Bandung Perkuat Kerja Sama Psikologi Pendidikan Indonesia–Malaysia Lewat Academic Roundtable

Neisa menambahkan, kuliah di UM Bandung adalah kesempatan istimewa dan luar biasa untuk memulai langkah besar demi mewujudkan mimpi.

”Saya merasa bahwa UM Bandung bukan lagi sekadar kampus bagi saya, tetapi lebih dari itu, seperti rumah. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang paham bagaimana hidup seharusnya dijalani, dibimbing oleh para dosen yang luar biasa, mengajarkan dengan hati, serta memberikan arti bahwa kita di masa nanti adalah bergantung kita hari ini,” ucap Neisa dengan penuh keyakinan.

Mengenai bagaimana proses belajar dan kuliah selama di UM Bandung sehingga mendapat nilai IPK tertinggi, gadis yang aktif di berbagai organisasi ini mengatakan tidak ada yang istimewa. Semuanya berjalan normal.

”Sebenarnya tidak ada yang istimewa. Tapi menurut saya, pertama pahami dulu strong why-nya kenapa kita memilih prodi tersebut. Setelah itu cari role model yang keren untuk memudahkan bagaimana kita seharusnya belajar, adaptasi dengan gaya belajar kita,” tutur alumnus SMK Terpadu Ad-Dimyati Kota Bandung ini.

Baca Juga:  Lazismu Jabar dan BPKH Bagikan Daging Kurban ke Daerah Tertinggal

Neisa juga menambahkan, cari lingkungan yang mendukung untuk terus bisa belajar di mana pun dan kepada siapa pun. Menurutnya, penting juga untuk menemukan mentor selama belajar.

Hal yang paling inti dan menjadi kunci sebelum itu semua, lanjut Neisa, yakni dekat dengan Allah. Berdoa di sepertiga malam dan kegiatan spiritual lainnya menjadi sangat penting.

Sejak 2019 sampai saat ini, Neisa aktif sebagai Technical Editor di Fastabiq: Jurnal Studi Islam Fakultas Ilmu Keislaman UM Bandung. Kemudian sejak Februari 2021, mengabdikan diri sebagai tutor PKBM Bina Umat Kota Cimahi (bidang pendidikan).

”Insyaallah saya juga akan melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2, ditambah jeda waktu untuk mengabdikan ilmu dan mempersiapkan bekal diri,” pungkas perempuan yang tinggal di Cimahi ini.***