PMB UMbandung
News

Sekolah di Lingkungan Muhammadiyah Jangan Ikut-ikutan Pakai Istilah Sekolah Islam Terpadu, Ini Alasannya

×

Sekolah di Lingkungan Muhammadiyah Jangan Ikut-ikutan Pakai Istilah Sekolah Islam Terpadu, Ini Alasannya

Sebarkan artikel ini
Foto: muhammadiyah.or.id.
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bantul — Watak gerakan tajdid Muhammadiyah telah tampak sejak awal kelahirannya.

Di bidang pendidikan, Muhammadiyah menjadi organisasi Islam pertama yang memelopori pendirian sekolah dengan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan ilmu dunia.

Usaha pengintegrasian ilmu itu terus dilakukan hingga kini. Dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, Muhammadiyah memadukan keduanya.

Dari rekam sejarah itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, berpesan agar sekolah-sekolah di lingkungan Muhammadiyah memahami identitas tersebut sehingga tidak ikut-ikutan menamakan dirinya sebagai “Sekolah Islam Terpadu”.

Baca Juga:  Jelang Pemilu Serentak 2024, KPU Siap Atasi Desa ”Blank Spot”

“Sekolah, pendidikan yang didirikan Muhammadiyah itu sebenarnya terpadu. Karena waktu adanya sekolah zaman penjajahan itu sekolahnya sekolah umum, belajar matematika, ilmu alam, ilmu sosial, dan sebagainya yang oleh Muhammadiyah itu enggak cukup. Jadi, Muhammadiyah menambah dengan ilmu agama, diajari bahasa Arab, diajari hadis, diajari Quran, tafsir, ” jelas Bachtiar.

Dalam Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al-Hikmah PCM Bambanglipuro, Bantul, Ahad (09/07/2023), Bachtiar lalu menyebut jika dari fakta tersebut sekolah-sekolah di lingkungan Muhammadiyah sejatinya adalah sekolah dengan sistem pendidikan terpadu.

Baca Juga:  Immawan Zaki Nugraha Maju Sebagai Calon Ketua Umum DPP IMM

“Maka sekolah Muhammadiyah sejatinya sekolah Islam yang sudah terpadu. Jadi, kalau SD Muhammadiyah ya SD Muhammadiyah yang sejatinya sudah terpadu karena sudah ada pendidikan agamanya di dalam yang terintegrasi di dalam sistem pendidikan pengajaran di sekolah Muhammadiyah. Jadi, kalau ada nama-nama sekolah di luar itu, misalnya Sekolah Dasar Terpadu Muhammadiyah, ora usah melu-melu (tidak usah ikut-ikut). Berarti sing melu-melu itu ra ngerti Muhammadiyah alias Muhammadiyah anyaran,” pesan Bachtiar.

Daripada memakaikan istilah Sekolah Islam Terpadu pada sekolah-sekolah Muhammadiyah, Bachtiar justru berpesan agar sekolah yang ada tersebut meningkatkan kualitas dan kurikulum pendidikannya.

Baca Juga:  Lahirkan Karya Intelektual, ASPIKOM Korwil Jabar Launching 8 Buku

“Jadi, sekolah Muhammadiyah itu sudah terpadu. Sekarang tinggal ditingkatkan isi keterpaduan dari sekolah-sekolah Muhammadiyah yang kita cintai bersama itu,” pungkasnya.***

___

Sumber: muhammadiyah.or.id

Editor: FA

PMB UMBandung