BANDUNGMU.COM, Bandung – Kelompok mahasiswa dari Program Studi Bioteknologi (Biotek) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) berhasil mendapatkan hibah pendanaan kreativitas mahasiswa tahun angkatan 2021 dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Pendanaan itu didapatkan setelah kelompok mahasiswa yang terdiri atas Anisa Nurul Huda sebagai Ketua PKM, Arifa Nadya Nur Afifah., Ninda Rahma N.S., dan Tiwi Sartika tersebut mengajukan proposal yang berjudul ”Teh Koki Bandrek Inovasi Baru Sebagai Teh Kombucha Aroma Melati Rasa Kopi Bandrek”.
Menurut Ketua Pembina PKM UM Bandung, Yayu Ulfah Marliani, M.Si., dalam proses penyeleksian proposal yang dilakukan oleh tim PKM dinilai secara internal.
Misalnya terkait dengan tata cara penulisan dan kesesuaian isi proposal dengan beberapa bidang PKM yang ada. ”Kelompok yang diketuai Anisa tersebut, masuk dalam bidang PKM kewirausahaan, di mana proposal yang dibuat sudah siap pada gelombang kedua per Desember 2020,” kata Yayu belum lama ini.
Yayu mengatakan proposal yang sudah diajukan sudah melewati dua sampai tiga kali revisi dari reviewer internal kampus bidang PKM.
”Karena memang tidak mudah mempertahan semangat dengan bolak-balik revisian, apalagi untuk mahasiswa angkatan 2020, tapi ada dosen pendamping kece, yaitu Bu Nisa, yang selalu mengawal dan membimbing mahasiswa binaannya dengan baik,” lanjut Yayu.
Perempuan yang juga dosen Agribisnis UM Bandung itu berpesan kepada tim Anisa agar pelaksanaan selanjutnya bisa berjalan dengan baik dan menuju ke jenjang berikutnya.
”Karena gong dari kegiatan PKM yang lolos didanai ini adalah bisa lolos ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang merupakan ajang bergengsi untuk mengharumkan almamater UM Bandung di level nasional,” pungkas Yayu.
Sementara itu Ketua PKM Anisa Nurul Huda mengatakan, dengan lolosnya ia dan kelompok mendapatkan hibah dana dari Dikti, merupakan sebuah amanah dari Allah SWT yang harus dijalankan dengan baik.
”Jadi dengan dibiayai oleh pihak Dikti, berarti tanggung jawab saya besar untuk mewujudkan teh koki bandrek ini, karena ini benar-benar amanah gitu,” ucap Anisa.
Anisa mengatakan, ide tentang teh kombucha tersebut didapatkan ketika pembelajaran kuliah sedang berlangsung. Kemudian ditambah juga dengan hasil penelusurannya mengenai manfaat dari teh Kombucha yang sering ia buat di rumah.
”Selain itu di mata kuliah technopreneur ada tugas bikin suatu produk fermentasi, ya sudah saya pilih kombucha. Jadi ya dari sana sih saya tertariknya untuk ingin tahu lebih dalam lagi dari kombucha ini,” lanjut mahasiswa bioteknologi angkatan 2020.
Ia berserta kelompoknya berencana untuk memajukan produk yang ia buat agar bisa lebih dikenal oleh banyak orang. ”Beli bahan dan perlengkapan, terus mulai nyari konsep marketing supaya semua konsumen itu lebih mengenal lagi produk kita,” tutur Anisa.
Pada waktu yang sama, dosen Bioteknologi UMBandung, Nisa Ihsani, S.Si., M.Si., mengatakan kelompok mahasiswa yang ia dampingi tersebut sudah memiliki inisiatif dan istikamah dalam memperjuangkan karya yang dibuatnya.
”Saya sangat mengapresiasi mereka yang tetap rajin mengembalikan revisian di tengah-tengah perkuliahan yang mungkin saat itu banyak tugas juga ya,” ucap Nisa.
Ia berpesan kepada Anisa dan kawan-kawan untuk selalu tidak patah semangat dalam memperjuangkan sesuatu, terutama dalam mengembangkan produk mereka yang saat ini sedang digarap, yaitu teh koki bandrek. ”Tetap bekerja keras karena kalian pasti akan menuai banyak manfaat dari apa yang kalian upayakan,” pungkas Nisa.***(FK)












