BANDUNGMU.COM, Bandung — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Barat terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan, baik dalam pengumpulan dana zakat, infak, sedekah, maupun penyalurannya.
Lazismu Jawa Barat mengadakan sosialisasi kerja sama dengan Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk bersinergi dalam program-program unggulan. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, terpercaya, dan modern, diharapkan pelaksanaan program zakat, infak, dan sedekah dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Mengutip laman muhammadiyah-jabar.id, penandatanganan perjanjian kerja sama antara Lazismu Jawa Barat dan Unisba berlangsung di ruang rapat Gedung LLPM Unisba pada Rabu (24/07/2024). Kerja sama ini ditandatangani oleh Wakil Rektor IV Unisba Ratna Januarita dan Wakil Ketua I Lazismu Jawa Barat Wati Setia Ningsih. Pertemuan ini membahas peluang kerjasama antara Unisba dan Lazismu Jawa Barat.
Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kemitraan yang lebih solid di masa depan, dengan nilai-nilai positif yang diharapkan. Dalam pertemuan tersebut, hadir beberapa pejabat Unisba, termasuk Kepala Bagian Peningkatan Ruhul Islam dan Pengelolaan Masjid Iwan Permana, Kepala Bagian Kerja sama Dalam Negeri Siti Komalasari, dan perwakilan dari Baitul Maal Unisba Adhi Dwinata.
Langkah ini mendorong sinergi dan kolaborasi program antara Lazismu dan Unisba Jawa Barat, dengan komitmen pada inovasi sosial. Lazismu Jabar akan memudahkan pemberian SK Pembentukan KLL Unisba, yang kemudian dilanjutkan dengan MoU.
Diharapkan kerja sama ini mempererat hubungan dalam bingkai kesepakatan bersama yang legal dan bermanfaat bagi umat, sesuai prinsip syariah, penuh kehati-hatian, bermanfaat, nirlaba, transparan, dan akuntabel. “Mari terus lakukan inovasi, kolaborasi, dan adaptasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Bersama-sama kita bangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Wati Setia Ningsih.
Lazismu bertindak sebagai koordinator program, menyediakan panduan teknis pelaksanaan, kelengkapan formulir, monitoring, hingga evaluasi program. Sementara itu, fakultas yang ditunjuk di Unisba bertindak sebagai pelaksana program, mulai dari seleksi, penetapan, penyaluran, hingga monitoring dan evaluasi mahasiswa penerima beasiswa.
Program ini diharapkan dapat membantu mahasiswa berpotensi akademik tinggi yang menghadapi kendala biaya kuliah. Wakil Rektor IV Unisba, Ratna Januarita, berharap kerjasama ini dapat menciptakan investasi berdampak (impact investment) yang tidak hanya menghasilkan imbal hasil.
Namun, juga memberikan dampak positif bagi mahasiswa, masyarakat, dan lingkungan, serta menjadi bagian dari solusi pembangunan bangsa dan umat dari sinergi ini. Ia juga berharap kerja sama yang erat antara Lazismu Jawa Barat dan Unisba terus terjalin demi kemaslahatan umat dan bangsa, maju bersama dan bekerja konsisten.***







