Oleh: Yunahar Ilyas
SALAH satu faktor penentu keberhasilan dakwah adalah metode yang tepat. Rasulullah SAW sangat berhasil dalam berdakwah karena beliau dapat menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat. Dalam bahasa Al-Quran metode yang tepat itu adalah bil hikmah wal-mau’izhah al-hasanah.
Bil-hikmah, artinya bin-nash wal-‘aqli (menggunakan nash dan akal). Dakwah tetap mengacu kepada nash (Al-Quran dan Sunnah). Namun, menggunakan akal dalam menentukan pilihan terhadap nash mana yang akan disampaikan lebih dahulu (menyangkut tahapan dan silabi dakwah), bagaimana menyampaikan (media dan cara yang digunakan) yang sesuai dengan keadaan sasaran dakwah.
Dalam menentukan tahapan dakwah misalnya, sebagian ahli membuat lima tahapan dakwah: Pertama, tahapan penyampaian pesan (marhalah tabligh). Kedua, tahapan pengajaran (marhalah ta’lim). Ketiga, tahapan pembinaan (marhalah takwin). Keempat, tahapan pengorganisasian (imarahal tanzhim). Kelima, tahapan pelaksanaan (marhalah tanfizh).
Adapun penentuan media yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan dan fasilitas yang ada serta kebutuhan dan kemampuan penerimaan sasaran dakwah. Apakah akan menggunakan media tradisional (ceramah dan khutbah) atau multimedia, baik elektronik maupun audiovisual.
Apa pun metode yang diikuti, selain mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi, tidak boleh dilupakan adalah bahwa semua metode yang digunakan tidak boleh menyimpang atau bertentangan dengan nash Al-Quran dan Sunnah. Dalam berdakwah sekalipun, tujuan tetap tidak menghalalkan segala cara.
Dakwah multimedia merupakan aktivitas dakwah dengan memanfaatkan berbagai bentuk teknologi informasi dan komunikasi sebagai media atau wahana pencapaian tujuan dakwah.
Istilah multimedia menggambarkan bahwa sistem informasi dan komunikasi umat manusia saat ini dapat dilaksanakan dalam bentuk lebih dari satu macam medium, yaitu visual, audio, video, dan kombinasinya.
Peran multimedia sebagai media dakwah sangat potensial dan menjanjikan sebagai akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada khususnya ataupun perkembangan zaman secara umum.
Dengan multimedia, berdakwah bisa lebih menarik, interaktif, dan benar-benar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi informasi dan komunikasi.
Dakwah multimedia juga merupakan jawaban yang tepat terhadap kecenderungan masyarakat modern yang mobilitas yang tinggi dan kegiatan yang padat yang tidak mungkin lagi terjangkau oleh dakwah konvensional.
Ada beberapa “pekerjaan rumah” yang perlu kita selesaikan supaya dakwah islamiah di era informasi sekarang tetap relevan, efektif, dan produktif.
Pertama, perlu ada pengkaderan yang serius untuk memproduksi juru-juru dakwah dengan pembagian kerja yang rapi. Ilmu tidak boleh dikuasai cukup untuk mendukung proses dakwah.
Kedua, setiap organisasi Islam yang berminat dalam tugas-tugas dakwah perlu membangun laboratorium dakwah. Ketiga, proses dakwah tidak boleh lagi dibatasi sebagai dakwah bil lisan, tetapi harus diperluas dengan dakwah bil hal, bilkitabah, bilhikmah, dan sebagainya.
Keempat, media massa cetak, terutama media elektronik harus dipikirkan sekarang juga. Media elektronik yang dapat menjadi wahana atau sarana dakwah perlu dimiliki umat Islam.
____
Sumber: Majalah “SM” edisi 1-15 September 2017





