News

Karakter Kepemimpinan dalam Potret Pencinta Alam

×

Karakter Kepemimpinan dalam Potret Pencinta Alam

Sebarkan artikel ini
Foto: Shutterstock

BANDUNGMU.COM – Spirit seorang pencinta alam adalah berbuat baik untuk sesama. Spirit ini mendorong pencinta alam menjadi sosok luar biasa yang mandiri, tangguh, tidak egois sehingga selalu dapat bekerja sama dengan orang lain, serta dapat membangun harmoni pada kehidupan.

Demikian kata Prof. Edy Suandi Hamid, Wakil ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembanagan (Diktilibang) PP Muhammadiyah, saat menyampaikan orasi selaku keynote speaker pada International Disaster Webinar, Ahad (07/11/2021).

Di acara yang diselenggarakan oleh SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia (SARMMI) bekerja sama dengan Associação Gerhana Explora no Prezerva Natureza Timor Leste, Prof. Edy menegaskan dengan spirit yang dimiliki para pencinta alam itulah yang membubuhkan karakter kepemimpinan dalam dirinya.

Baca Juga:  Inilah 10 Pedoman Relawan Bencana

“Seorang pecinta alam pasti berani, tetapi tetap bisa menolong orang lain dan mampu mengambil keputusan cepat dalam situasi tertentu. Karakter seperti ini adalah karakter seorang pemimpin,” lanjut Prof. Edy Suandi yang juga Komisioner International Universities Search and Rescue Council (IUSARC) The Northern of Cyprus, Republic of Turkey.

Meski demikian, menurutnya pencinta alam harus betul-betul mengenal alam. Jika tidak mengenal alam, pencinta alam akan tersesat.
Lebih bahaya lagi kalau pencinta alam sesat pikir dalam memaknai kepecintalaman.

Baca Juga:  Perayaan Milad ke-7 UM Bandung Berlangsung Meriah, Ada Bajigur Hingga Mancing Bersama

“Agar tidak sesat pikir, solusinya adalah belajar mengenal alam dan keterampilan praktis, serta belajar memahami filosofis kepecintaalaman,” kata Prof. Edy Suandi yang dikenal luas sebagai Pembina SARMMI, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Belajar bukan hanya untuk menambah wawasan dan recharging terhadap apa yang sudah pencinta alam lakukan dan ketahui. Tetapi agar segala yang sudah pecinta alam lakukan betul-betul bermanfaat bagi dirinya, masyarakat, alam dan segenap isinya. Serta bagi korban bencana karena Indonesia berada di ring of fire.

Baca Juga:  Begini Cara Rasulullah Menghargai Tamu

“Saya betul-betul melihat, setiap ada bencana, pencinta alam selalu terjun duluan mencari, mengevakuasi dan membantu korban bencana. Ini menunjukan kebermanfaatan pecinta alam dirasakan masyarakat,” terangnya.***(Muhammadiyah.or.id)