BANDUNGMU.COM, Tasikmalaya — Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatat sejarah baru dengan sukses melaksanakan akreditasi pesantren Muhammadiyah yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Pesantren (LP2) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Proses akreditasi ini berlangsung sejak 3 hingga 6 November 2025 di kompleks pesantren setempat dan menjadi langkah penting dalam upaya standarisasi mutu pesantren Muhammadiyah di Indonesia.
Dua asesor ditugaskan langsung oleh LP2 PP Muhammadiyah, yakni Haris Safrudin dari Kendal dan Danik Dania Asadayanti dari Yogyakarta.
Keduanya melakukan proses visitasi dengan serangkaian kegiatan meliputi peninjauan dokumen, observasi kegiatan, serta wawancara mendalam dengan para pengajar dan pimpinan pesantren.
Pembukaan visitasi akreditasi secara resmi dihadiri oleh Bendahara LP2 PWM Jawa Barat Ade Kartini yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pesantren Muhammadiyah Al Furqon.
Ia menilai keberanian dan kesiapan Al Furqon mengikuti akreditasi merupakan bukti semangat maju dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
“Pesantren Al Furqon Tasikmalaya layak diapresiasi karena menjadi pelopor dalam pelaksanaan akreditasi pesantren Muhammadiyah. Ini adalah sejarah baru, bukan hanya bagi Muhammadiyah, tetapi juga bagi dunia pendidikan Islam secara luas,” ujar Ade Kartini dalam sambutannya.
Sementara itu, Pimpinan Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Uum Syarif Usman menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.
Ia menegaskan bahwa waktu persiapan yang singkat tidak menyurutkan semangat para guru dan pembina. Justru, tantangan tersebut menjadi motivasi untuk menunjukkan kesiapan pesantren dalam melaksanakan akreditasi perdana dengan penuh tanggung jawab dan profesionalitas.
Visitasi akreditasi ditutup oleh Wakil Sekretaris LP2 PP Muhammadiyah Cecep Taufiqurrahman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa akreditasi bukanlah ajang penilaian untuk menghakimi, melainkan momentum refleksi dan evaluasi bagi pesantren agar terus meningkatkan mutu pendidikan, tata kelola, dan pelayanan kepada para santri.
Sebelum penutupan, para asesor memberikan sejumlah rekomendasi berdasarkan hasil telaah dokumen, observasi lapangan, dan wawancara.
Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi bahan penguatan bagi Al Furqon dalam mengembangkan sistem manajemen pesantren yang lebih unggul dan berkelanjutan.
Kegiatan akreditasi selama empat hari ini resmi berakhir pada 5 November 2025 di ruang Abu Bakar Pesantren Muhammadiyah Al Furqon Tasikmalaya.
Acara penutupan berlangsung hangat dan penuh optimisme, dihadiri oleh jajaran pimpinan, tenaga pengajar, serta karyawan pesantren.
Semua pihak berharap Al Furqon menjadi inspirasi bagi pesantren Muhammadiyah lainnya dalam mewujudkan standar pendidikan Islam yang unggul dan berkemajuan. ***
