PMB UMbandung
News

Bicara Pangan di UM Bandung, Zulkifli Hasan Tekankan Pentingnya Swasembada

×

Bicara Pangan di UM Bandung, Zulkifli Hasan Tekankan Pentingnya Swasembada

Sebarkan artikel ini
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menilai keberpihakan pemimpin Indonesia terhadap kepentingan umat Islam merupakan sesuatu yang wajar.

Selain karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam, menurutnya, keberpihakan tersebut juga tercermin dalam berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, program ini memiliki semangat yang sejalan dengan nilai-nilai Islam, yakni memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang layak dan bergizi.

Program tersebut saat ini menyasar pelajar di berbagai daerah di Indonesia.

Zulkifli mengaitkan semangat tersebut dengan gerakan sosial Muhammadiyah yang sejak lama menjadikan teologi Al-Ma’un sebagai salah satu landasan gerakannya.

Kepedulian terhadap anak yatim, kaum duafa, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, kata dia, merupakan bentuk nyata ajaran Islam dalam kehidupan sosial.

Baca Juga:  Teken MoU Dengan Hitit University Turkiye, UMB Perluas Jaringan Kerja Sama Internasional

“Program-program seperti ini harus terus kita perjuangkan dan pertahankan. Jangan sampai ketika kepemimpinan berganti, program-program yang mendasar bagi masyarakat ikut hilang,” kata Zulkifli saat menjadi pembicara dalam Rakornas Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) PTMA I Tahun 2026 di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus UM Bandung, Jumat (28/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga menekankan pentingnya target swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah.

Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri bukan hanya persoalan ekonomi. Namun, menyangkut harga diri dan kehormatan sebuah bangsa.

“Swasembada itu kehormatan bangsa. Petani juga akan merasa dihargai. Jangan sampai kita harus membeli beras dari negara lain. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto berharap Rakornas DPM PTMA tidak berhenti sebagai forum konsolidasi mahasiswa.

Baca Juga:  Siap Bawa Perubahan, Deden Istiawan dan Laelatul Khikmah Dilantik sebagai Wakil Rektor ITESA Muhammadiyah Semarang

Namun, menjadi ruang untuk menumbuhkan gagasan dan keberanian para aktivis mahasiswa menjadi agen perubahan.

Herry juga mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Koordinator Bidang Pangan, untuk terus memperkuat perhatian terhadap persoalan pangan.

Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa digantikan sehingga harus menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional.

“Persoalan pangan tidak bisa digantikan dengan apa pun. Berbeda dengan bidang lain yang mungkin masih bisa ditunda. Oleh karena itu, pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus mendorong inovasi yang berkaitan dengan pangan,” kata Herry.

Selain pangan, Herry berharap pemerintah konsisten memperhatikan sektor pendidikan, termasuk keberlangsungan pendidikan yang dikelola PTMA di berbagai daerah.

Dukungan terhadap pendidikan, termasuk melalui program beasiswa, dinilai penting agar semakin banyak generasi muda memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi bangsa.

Baca Juga:  Dono Darsono: Jurnalis Adalah Profesi Menggiurkan

Usai menyampaikan materi di auditorium, Zulkifli pun berkeliling melihat sejumlah fasilitas di UM Bandung.

Ia bahkan mengajak para orang tua di Indonesia untuk mempertimbangkan UM Bandung sebagai tempat anak-anak mereka menempuh pendidikan tinggi.

Menurut Zulkifli, UM Bandung merupakan salah satu perguruan tinggi yang baik di Jawa Barat dan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu sekaligus mengejar cita-cita.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Rektor UM Bandung Herry Suhardiyanto yang dinilainya memiliki pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan.

Bersama Rektor dan Kaprodi Teknologi Pangan, Zulkifli kemudian meninjau laboratorium Teknologi Pangan.

Di sana, ia mendapat penjelasan mengenai hanjeli, termasuk berbagai produk yang dapat dikembangkan dari salah satu komoditas pangan lokal tersebut.***(FA)

PMB UMBandung