News

BNPT RI Bersama FKPT Jabar Tingkatkan Kesadaran Terhadap Bahaya Terorisme

×

BNPT RI Bersama FKPT Jabar Tingkatkan Kesadaran Terhadap Bahaya Terorisme

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Cimahi – Sebanyak 115 peserta yang terdiri dari siswa, guru SMP, dan orang tua mengikuti acara “Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku (Sehat Mental, Keluarga Cerdas, dan Tangguh)” yang diselenggarakan oleh BNPT RI dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Barat di Nurul Aulia Convention Center, Cimahi, pada Kamis (01/08/2024).

Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang energik, menarik, dan interaktif: Teuku Fauzansyah (Kepala Seksi Penelitian dan Evaluasi pada Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Pencegahan BNPT RI), Dina Yuliati (dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran), dan Hasni Furaida (guru BK Yayasan Nurul Aulia Cimahi), dengan moderator Neng Hannah (Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Jawa Barat dan dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Dalam pemaparannya, Teuku Fauzansyah membahas tentang bahaya terorisme dan pencegahannya di kalangan perempuan dan anak. Ia memulai dengan kuis yang memberikan wawasan bahwa ciri-ciri teroris tidak dapat dilihat dari penampilan semata.

Baca Juga:  Meriahnya Gebyar Jalan Sehat dan Launching Buku Kado Muktamar PDM Tasikmalaya

Ada lima ciri yang harus diwaspadai: pertama, anti Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI; kedua, klaim kebenaran atau mudah mengkafirkan; ketiga, anti pemimpin atau pemerintah yang sah; keempat, eksklusif dan penuh kebencian serta intoleran kepada yang lain; kelima, anti seni budaya dan kearifan lokal.

“Kegiatan Smart Bangsaku merupakan salah satu strategi pencegahan terorisme yang dilakukan BNPT RI bersama mitra di tiap provinsi, yaitu FKPT Jabar,” tegas Teuku Fauzansyah.

Narasumber kedua, Dina Yuliati, menyampaikan materi tentang bagaimana menjadi generasi yang smart. Dengan gaya interaktif, ia membuat para siswa SMP antusias mendengarkan.

Baca Juga:  Perang Israel vs Palestina Murni Karena Politik dan Perebutan Wilayah Kekuasaan

Menurut Dina, generasi smart hadir karena orang tua berperan aktif dalam perkembangan nalar, sikap, dan gerak anak. Tantangan utama bagi orang tua saat ini adalah menghadapi adiksi gawai yang dapat menyebabkan gangguan jiwa.

“Agar anak tangguh secara digital, perlu diterapkan 3S: Screen time (batasi waktu penggunaan gawai), Screen break (waktu untuk berhenti), dan Screen zone (batasi tempat penggunaan gawai),” jelas Dina Yuliati.

Dalam konteks sekolah, Hasni Furaida memandu para siswa untuk menulis surat kepada orang tua mereka, guna membentuk ikatan yang kuat.

Baca Juga:  PKU MUI Kabupaten Bekasi Lahirkan Ulama Tafsir Berbasis Digital

“Ini menjadi dasar ketahanan keluarga, karena saat ketahanan keluarga terbentuk, akan memiliki daya tangkal terhadap hal negatif, termasuk paham radikal terorisme,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Neng Hannah berharap dapat membekali dan memotivasi kaum perempuan untuk menjadi perempuan yang smart dan terus menginspirasi lingkungan sosial melalui aktivitas positif yang konsisten dan kritis.

“Juga, kegiatan ini bisa membekali dan memotivasi anak untuk menjadi anak yang smart dan tangguh dalam aktivitas positif di lingkungan sekitar rumah, sekolah, tempat bermain, dan tempat beribadah,” pungkas Neng Hannah.

Upaya pencegahan paham radikal sejak dini di lingkungan Jawa Barat ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kesbangpol dan Kemenag Kota Cimahi.***