BANDUNGMU.COM — Islamofobia bukanlah hal baru. Allah SWT di dalam Al Quran surah At-Taubah ayat 32 dan surah As-Shaff ayat 8 menyebut bahwa kebencian yang diwujudkan (makar) terhadap Islam akan selalu ada.
Meskipun begitu, umat Islam tidak selayaknya berdakwah dengan cara konfrontatif. Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya mendakwahkan Islam dengan cara yang santun dan menjaga lisannya dari menjelekkan kepercayaan, iman, atau ajaran agama lain.
“Silakan berdakwah, tetapi jangan merendahkan karena itu keyakinan mereka yang oleh Rasulullah SAW tetap dijaga, tidak dihinakan,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad seperti dikutip dari program “Catatan Akhir Pekan” TvMu, Rabu 29 Juni 2022.
Prof Dadang lalu mengutip surah Al-An’am ayat 108 yang berisi larangan Allah SWT untuk memaki sesembahan umat agama lain.
Ketua Badan Pembina Harian UM Bandung ini mengingatkan bahwa hal tersebut perlu diperhatikan. Apalagi di Indonesia kehidupan keagamaan merupakan hal yang sakral sehingga setiap umat beragama wajib saling menghormati kepercayaan yang berbeda.
“Oleh karena itu janganlah menghina agama orang lain dalam konteks apa pun juga. Pada masyarakat luas, kita harus berhati-hati untuk tidak menghina apa pun juga dari enam agama (yang sah di Indonesia) karena itu tidak baik,” imbuh guru besar sosiologi agama UIN Bandung ini.
Untuk menjaga harmonitas antar umat beragama yang saling menghargai, Dadang juga berharap pemerintah merespon dengan cara melakukan perincian pasal penistaan agama yang melindungi Islam dan agama lain dari hasutan dan kebencian.
“Terakhir, pada warga Muhammadiyah perlihatkanlah kita sebagai sebuah umat muslim yang berkemajuan, yang kita menampakkan diri sebagai orang yang santun, rendah hati, dermawan, husnul khuluq, yaitu kaum muslim yang moderat, yang wasatiyah,” tuturnya.
“Jangan sampai kita menampilkan diri sebagai orang-orang yang ganas yang nanti melahirkan ketakutan dan ejekan terhadap agama Islam,” tandas tokoh Muhammadiyah yang produktif menulis ini.***
______________________________
Sumber: muhammadiyah.or.id
Editor: Feri A
