BANDUNGMU.COM, MALANG — Malang Raya menjadi saksi berkumpulnya ratusan mahasiswa dari 59 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia dalam program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) bertuan rumah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Program kolaboratif nasional ini hadir sebagai wujud nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi untuk menerjunkan mahasiswa langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Di antara puluhan kontingen yang diterjunkan, Kelompok 8 hadir secara unik karena diperkuat oleh 12 mahasiswa yang berasal dari sembilan kampus PTMA berbeda di seluruh Indonesia.
Mengemban misi pengabdian di Desa Duwet Krajan, tim lintas daerah ini dengan cepat mengidentifikasi ancaman keselamatan warga akibat keberadaan ruas jalan yang gelap gulita di atas Lahan Kebun Curam.
Melihat tingginya risiko kecelakaan di jalur tersebut, Kelompok 8 menginisiasi program fisik bertajuk Jalur Aman Malam Hari (JAMARI) melalui pemasangan reflektor pada tembok penahan tanah.
Pengerjaan proyek keselamatan jalan ini berlangsung sejak Sabtu (15/8/2026) hingga terpasang sempurna pada Minggu (23/8/2026) siang.
Kepala Dusun Tosari Prawito mengapresiasi hadirnya reflektor yang memberikan penanda visual jelas bagi para pengguna jalan di malam hari.
“Sangat bermanfaat, karena ketinggian posisi bahu jalan dari lahan warga, dan kebetulan tembok penahan tanah sudah ada, sehingga reflektor menambah kesan bagi pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dalam berkendara,” ungkap Prawito.
Ketua Kelompok 8 KKN MAs M Hendy Setyo N menjelaskan bahwa pencetus program JAMARI murni didasari oleh hasil pengamatan urgensi kondisi keselamatan lalu lintas di lokasi.
“Kami membuat program Jalur Aman Malam Hari (JAMARI) ini merupakan hasil observasi kami dengan melihat urgensi di salah satu jalan di Desa Duwet Krajan yang minim pencahayaan dengan kondisi jalan di atas kebun warga,” ujar Hendy menuturkan latar belakang programnya.
Ia pun berharap fasilitas penanda cahaya ini dapat meminimalisasi risiko bahaya serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga yang melintas.
“Maka dari itu kami membuat proker ini dengan harapan bisa menjadi manfaat bagi para warga di Desa Duwet Krajan, membantu penerangan sehingga jauh dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Selain membenahi fasilitas keselamatan jalan, Kelompok 8 turut memberdayakan potensi ekonomi dan sosial desa melalui program olahan kerupuk labu siam (LASIDUK) serta pembuatan spanduk kreatif UMKM.
Mereka juga mengabadikan profil desa lewat pembuatan video dokumenter digital dan mempererat kebersamaan warga melalui lomba tarik tambang tradisional bersama Karang Taruna setempat.***
