News

Din Syamsudin Sampaikan Konsep Kepemimpinan Profetik pada Konsolidasi PW Aisyiyah Jabar

×

Din Syamsudin Sampaikan Konsep Kepemimpinan Profetik pada Konsolidasi PW Aisyiyah Jabar

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Bandung — Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Jawa Barat menggelar kegiatan Tasyakur Binni’mah dan Konsolidasi Organisasi pada Sabtu (16/08/2025). Acara berlangsung di Auditorium Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung serta disiarkan secara daring melalui Zoom.

Kegiatan ini menghadirkan Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin yang menyampaikan ceramah bertajuk “Kepemimpinan Profetik dalam Pergerakan Aisyiyah.” Tausiah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi Aisyiyah di Jawa Barat.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat Ia Kurniati dalam sambutannya menegaskan bahwa ceramah Din Syamsudin diharapkan menjadi bekal bagi kader Aisyiyah. Menurutnya, dinamika politik, akhlak, dan perilaku sosial saat ini membutuhkan arahan kepemimpinan yang kuat, khususnya bagi perempuan di Aisyiyah Jawa Barat.

Baca Juga:  Gelar Rakerda, LPCRPM PDM Garut Fokus Membangun Cabang dan Ranting Unggulan

“Kami ingin Aisyiyah di Jawa Barat dapat tegak berdiri. Bahkan ketika ada keterpurukan, kami bisa bangkit kembali. Untuk itu, kami sangat memerlukan tausiah dari Pak Din,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Din Syamsudin menjelaskan bahwa kepemimpinan Islam profetik merupakan kepemimpinan perubahan. Konsep ini bertujuan memperbaiki kondisi sosial masyarakat berdasarkan ajaran dan teladan Nabi Muhammad SAW.

“Kepemimpinan perubahan adalah bagaimana pemimpin mengemban amanah untuk membawa perubahan. Nabi Muhammad SAW menjadi model nyata kepemimpinan perubahan dengan sifat sidik, amanah, fatanah, dan tablig,” jelasnya.

Baca Juga:  Hakikat Mencintai Muhammadiyah

Menurut Din, kepemimpinan perubahan harus dimulai dengan memantapkan akidah dan visi organisasi. Ia menekankan pentingnya membangun fondasi yang jelas agar arah gerak Aisyiyah semakin terarah.

“Tidak cukup hanya dengan mata pelajaran Kemuhammadiyahan dan Aisyiyah. Harus dibuat visi yang jelas ke arah mana organisasi ini akan bergerak. Untuk itu, kita perlu berpegang pada prinsip, luas dalam pergaulan, dan luwes dalam pendekatan,” tambahnya.

Din juga menegaskan bahwa kepemimpinan perubahan harus didukung oleh karakter change management. Prinsip ini mengajarkan pentingnya perubahan berkelanjutan yang selalu membawa perbaikan.

Baca Juga:  Pandangan Muhammadiyah Tentang LDII

“Change leadership harus diiringi dengan change management. Artinya, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Inilah yang perlu diamalkan Muhammadiyah dan Aisyiyah: berubah, berubah, dan berubah dari hari ke hari menjadi lebih baik,” tegasnya.

Video lengkap ceramah Din Syamsudin dapat disaksikan melalui kanal YouTube TVMU Bandung dengan judul “Tasyakur Binni’mah dan Konsolidasi Organisasi PWA Jawa Barat.”***