Edukasi

Distraksi Digital: Dampak Konten Video Pendek pada Dunia Pendidikan

Ilustrasi (Istockphoto).

BANDUNGMU.COM, Bandung — Konsumsi konten cepat atau short-form content, seperti video berdurasi belasan hingga puluhan detik, kini menjadi bagian dari keseharian pelajar dan mahasiswa. Tanpa disadari, kebiasaan ini mulai memengaruhi cara otak bekerja.

Informasi yang serba singkat dan visual membuat banyak anak muda kesulitan untuk bertahan dalam aktivitas belajar yang memerlukan konsentrasi panjang, seperti membaca buku teks atau menyusun tugas berbasis analisis mendalam.

Dampak distraksi pada konsentrasi mahasiswa

Dampak dari konsumsi konten video pendek mulai terasa di ruang kelas. Mahasiswa sering kali lebih mudah terdistraksi dan sulit fokus ketika dosen menjelaskan materi. Mereka juga cenderung kehilangan minat saat pembahasan menjadi lebih kompleks.

“Sekarang konsentrasi mahasiswa cepat sekali terpecah. Baru lima belas menit penjelasan, sebagian sudah gelisah dan mengecek ponsel,” ujar Sifa, salah seorang mahasiswa.

Pentingnya kesadaran dan kontrol diri dalam era digital

Fenomena ini menjadi peringatan penting bahwa kecanggihan teknologi perlu diimbangi dengan kesadaran dan kontrol diri. Pada era digital yang serba cepat, kemampuan untuk fokus menjadi keterampilan yang langka, tetapi berharga dalam dunia pendidikan.

Tanpa upaya untuk mengembalikan kedalaman berpikir, generasi muda berisiko kehilangan kemampuan terpenting: bertahan dalam sunyi dan berpikir dengan serius.***

Exit mobile version