Haedar Nashir: Media Online Sebagai Pusat Syiar Digital Muhammadiyah yang Berkemajuan

oleh -

BANDUNGMU.COM – Mengutip berita dari laman PWMU.CO, bahwa Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi menyatakan kita menjadi saksi dari perkembangan media online milik persyarikatan Muhammadiyah di Jatim yaitu PWMU.CO yang telah bertumbuh kembang cukup pesat.

“Ada pesan menantang dari Ketua PWM Jatim Pak Saad Ibrahim agar PWMU.CO ke depan mulai tahun ke-6 untuk mulai mengglobal dan menjadi inspirator dunia. Pak Saad Ibrahim selalu memberi challenge kepada anak-anak muda agar makin trengginas dan bangkit untuk menghasilkan karya-karya yang kreatif inovatif dan berkemajuan,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjutnya, Muhammadiyah di online memang agak lambat berkembang. Baru memulai sekitar 2005-2010. Sekitar dua dasa warsa dari perkembangan media online.

“Bahkan kita keduluan jauh lebih awal dari saudara adik kandung kita NU. Hal yang cukup ironis sebenarnya. Mana mungkin sebuah organisasi Islam modern yang selalu menjadi mujadid malah ketinggalan hampir satu dasa warsa,” ujarnya.

“Dan sekarang ranking mereka teratas media online dari organisasi-organisasi kemasyarakatan. NU Online sudah pada posisi 100-an. Sementara empat besar media Muhammadiyah di Alexa muhammadiyah.or.id 102750, ibtimes 150588, SM di 184401 dan PWMU di 423433. Jadi jauh sekali dari media online NU,” tambahnya.

Pusat Syiar Digital Muhammadiyah

Menurutnya kerja kita harus ada lompatan. Kalau tidak ada lompatan maka akan ketinggalan. Beruntung PP Muhammadiyah selain memproduksi website bersama wilayah dan lainnya, pada 2019 membuat Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) sebagai dapur dari pusat syiar berkemajuan untuk masuk era media online yang terorganisasi.

“Pekerjaan masih berat dan alhamdulilah beberapa menteri ketika diajak ke PSDM mereka takjub sekali. Bahkan ketika kita menyajikan data kesehatan beberapa tampilan, Pak Menteri yang baru itu meminta kepada sekjennya mbok kita bikin seperti Muhammadiyah ini,” paparnya.

“Ketika Boy Rafli Amar diangkat menjadi Ketua BNPT saya ajak juga ke PSDM yang berada di samping kantor saya. Dia juga terkaget-kaget. Wah kita saja belum punya. Lalu kita sajikan data perkembangan terorisme,” imbuhnya.

Kesimpulannya, lanjutnya, setelah dimulai sesungguhnya Muhammmadiyah punya infrastruktur yang kuat untuk dakwah di era digital sebagaimana juga mandat muktamar dakwah komunitas. “Dan cabaran atau challenge Pak Saad memang memacu kita untuk melompat. Jadi ini harus jadi agenda PWMU.CO,” tegasnya.

Media Online Bermanajemen Bisnis

Poin penting bagi Muhammadiyah, menurutnya, dalam perkembangan media online bahwa kita 20 tahun lebih tertinggal dari portal di dunia.

Tetapi tidak ada kata terlambat ketika kita ingin memulai kemajuan. Mungkin saat itu sebagai organisasi besar memang sedang memacu perkembangan amal usaha, lalu media cetak dan media online tertinggal.

“Yang kita perlukan sekarang membikin media online yang betul-betul menjadi perusahaan. Dalam arti menjadi sebuah manajemen bisnis, karena dengan manajemen bisnis kita bisa hidup,” tuturnya. (*)

Sumber: PWMU.CO
Penulis Sugiran. Editor Mohammad Nurfatoni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *