Islampedia

Inilah Cara Rasulullah Mendidik Umatnya Agar Giat Bekerja

×

Inilah Cara Rasulullah Mendidik Umatnya Agar Giat Bekerja

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: istockphoto

BANDUNGMU.COM – Rasulullah itu orang yang sangat luar biasa baiknya. Selain baik, nabi akhir zaman ini memang selalu memberikan solusi kalau ada sahabatnya yang punya masalah.

Pada suatu hari seorang sahabat datang menghadap Rasulullah SAW untuk meminta sedekah. Beliau bertanya, “Adakah sesuatu di rumahmu?”

Sahabat itu menjawab, “Ada.” Kemudian dia melanjutkan, “Kain yang sesekali dipakai dan sesekali dijadikan alas, dan sebuah cangkir untuk minum.” Rasulullah berkata lagi, “Bawalah kepadaku!”

Orang itu kemudian pulang ke rumahnya dan tak lama kemudian ia datang lagi membawa barang-barangnya ke hadapan Rasulullah.

“Siapa yang mau membeli barang-barangnya ini?” tanya Rasulullah SAW kepada para sahabata lain.

“Aku akan membelinya seharga satu dirham,” jawab seorang sahabat.

“Adakah yang mau membeli dengan harga yang lebih tinggi?” pancing Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Ajengan Wawan: Qiyas, Metode Ijtihad untuk Menjawab Persoalan Hukum Baru

“Aku akan membayarnya seharga dua dirham,” kata yang lain.

Rasulullah SAW memberikan kain dan cangkir itu kepada sahabat yang mengajukan penawaran tertinggi, mengambil uang darinya, lalu diberikan kepada orang yang meminta sedekah tadi.

Kata Rasulullah, “Ini uangmu. Satu dirham untuk membeli makanan untukmu dan keluargamu. Sisanya untuk membeli kapak. Carilah kayu bakar, kemudian juallah. Aku tidak ingin melihatmu lagi selama lima belas hari.”

Orang itu menjalankan nasihat Rasulullah. Lima belas hari kemudian, ia datang lagi dan telah memilki sepuluh dirham. Lima dirham ia belanjakan untuk membeli pakaian dan selebihnya untuk makanan bagi keluarganya.

“Ini lebih baik bagimu daripada kelak di Hari Kiamat kau bangkit dengan noda di wajahmu. Sesungguhnya noda itu hanya menmpel pada wajah orang fakir yang hina. Mereka termasuk golongan orang yang sangat merugi,” kata Rasulullah.

Baca Juga:  Keutamaan Puasa Arafah Berdasarkan Hadis Nabi SAW

Lebih lanjut beliau bersabda, “Sungguh, jika salah seorang di antara kalian mencari kay bakar dan memikul ikatan kayu itu makan itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lian, baik orang itu memberinya atau tidak.”

Bekerja keraslah

Begitulah cara mendidikan salah satu sahabatnya agar menjadi orang yang cerdas, berguna, dan bekerja keras dalam mencari rezeki. Tidak diberi umpan, tetapi kail.

Strategi Rasulullah itu terbukti dengan baik, bukan? Oleh karena itu, kita yang belum punya pekerjaan tetap, jangan khawatir. Berusahalah dengan keras, kemudian serahkan hasilnya kepada Allah.

Baca Juga:  Tiga Bentuk Hidayah

Untuk orang yang sudah punya pekerjaan tetap, bersyukurlah jangan berhenti. Allah sudah memberikan kemudahan dengan pekerjaann yang didapat.

Sudah dapat pekerjaan, dapat gaji rutin, tetapi kerjanya asal-asalan bahkan sering menganggap remeh, itu sama saja tidak bersyukur. Tidak mencontoh ajaran Rasulullah.

Rasulullah saja yang seorang nabi, rasul, ahli surga, kekasih Allah, orang yang pertama masuk surga, tetap bekerja keras dalam bekerja, masa kita santai-santai saja? Apa enggak malu dengan Rasulullah?

Sebaik-baik dari kita ialah yang pandai mencari rezeki untuk keluarganya dengan cara halal. Bekerja keras untuk keluarga termasuk jihad yang istimewa menurut pandangan agama.

Bersyukurlah dengan upah dari tempatmu bekerja, meskipun tidak membuatmu kaya, tetapi setidaknya bisa membuatmu hidup.***