BANDUNGMU.COM, Bandung — Galeri Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia (GIS BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kuliah umum Financial Literacy bertema “Navigasi Keuangan: Cerdas Mengelola, Cermat Berinvestasi Syariah” pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini sebagai ikhtiar meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan, risiko penipuan digital, dan investasi di pasar modal sesuai dengan prinsip syariah.
Wakil Dekan FEB UM Bandung Budi Sadarman mengapresiasi inisiatif mahasiswa pengelola GIS BEI dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi pasar modal tersebut.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap mahasiswa bisa mendapatkan ilmu dan manfaat. Semoga juga ada tindak lanjut yang konkret soal investasi ini, khususnya oleh pengelola GIS,” ujar Budi.
Kuliah umum tersebut menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah perwakilan OJK Jawa Barat Nova Almaida, Deputi Kepala Wilayah Jawa Barat Kantor Perwakilan BEI Jawa Barat Adnan Bahalwan, dan Marketing Officer KISI Sekuritas A Nurjayadin.
Dalam pemaparannya, Nova Almaida mengingatkan mahasiswa agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan keuangan digital. Mulai dari belanja daring, tawaran pekerjaan, penyamaran identitas, undian berhadiah, hingga investasi ilegal.
Ia menyampaikan data sebanyak 608.167 laporan, 1.085.607 rekening terlapor, dan 557.751 rekening yang telah diblokir.
Nova menekankan pentingnya memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan, menjaga kerahasiaan data pribadi, dan tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar.
Dia juga mengimbau masyarakat dapat melaporkan dugaan aktivitas keuangan ilegal melalui situs sipasti.ojk.go.id atau email satgaspasti@ojk.go.id.
Sementara itu, Adnan Bahalwan menjelaskan bahwa pasar modal menjadi sarana investasi sekaligus sumber pendanaan bagi perusahaan melalui instrumen saham, sukuk, dan reksa dana.
Menurutnya, investasi saham memiliki potensi keuntungan berupa capital gain dan dividen. Namun, investor juga perlu memahami risiko penurunan harga saham, kerugian modal, hingga kebangkrutan perusahaan.
Adnan menegaskan bahwa investasi syariah harus terbebas dari unsur riba, penipuan, manipulasi, ketidakjelasan akad, dan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip Islam.
Ia juga memperkenalkan Sharia Online Trading System (SOTS), yakni sistem perdagangan saham syariah yang menggunakan dana tunai serta tidak memperbolehkan transaksi margin trading dan short selling.
Pada sesi berikutnya, A Nurjayadin memberikan pemahaman mengenai penggunaan aplikasi trading serta penerapan analisis fundamental dan teknikal dalam investasi saham.
Ia menjelaskan bahwa analisis fundamental dilakukan dengan mengamati kondisi ekonomi, sektor usaha, dan kinerja perusahaan melalui sejumlah indikator, seperti price to earnings (P/E), return on equity (ROE), debt to equity ratio (DER), serta dividen.
Sementara itu, analisis teknikal digunakan untuk membaca pergerakan harga saham melalui pola candlestick, tren pasar, serta level support dan resistance.
“Adapun analisis teknikal membantu investor mempelajari pergerakan harga saham melalui pola candlestick, tren pasar, serta level support dan resistance. Kedua pendekatan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan keputusan membeli, menjual, atau menunggu, dengan tetap melakukan pemantauan secara berkala,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami instrumen investasi syariah, mengenali risiko keuangan, serta mengambil keputusan investasi secara cermat, terukur, dan bertanggung jawab sesuai prinsip syariah Islam.***(FA/FK)
