Edukasi

Kendali Lisan dan Perilaku Jadi Kunci Kesempurnaan Ibadah

×

Kendali Lisan dan Perilaku Jadi Kunci Kesempurnaan Ibadah

Sebarkan artikel ini

BANDUNGMU.COM, Bandung – Dosen prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Rikki Maulana Yusup menekankan bahwa etika merupakan landasan nilai yang sangat krusial bagi setiap manusia. Terutama umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Dia menjelaskan bahwa keberhasilan puasa seseorang tidak hanya diukur dari kemampuannya menahan lapar dan dahaga. Namun, dari sejauh mana dia mampu menjaga perilaku agar terhindar dari perbuatan tercela seperti berkata kasar, menggunjing, dan berbohong.

Rikki mengutip Hadis Riwayat Imam Bukhari yang menegaskan bahwa puasa seseorang tidak akan bernilai di hadapan Allah jika dia tidak meninggalkan perkataan dusta.

Baca Juga:  Peresmian Masjid Baitul Qowwam, Ustadz Slamet Raharjo Serukan Pentingnya Memakmurkan Rumah Allah

Dia menyatakan bahwa Ramadhan harus dijadikan kawah candradimuka untuk melatih disiplin moral dan kesopanan.

“Puasa yang sejati harus disertai dengan menjaga etika dan moral agar ibadah kita memiliki nilai kemuliaan di sisi Allah SWT,” ucap Rikki seperti dikutip dari kanal YouTube UM Bandung pada Senin (30/03/2026).

Terkait ruang lingkupnya, dia menguraikan bahwa etika terbagi menjadi dua jenis, yakni etika umum yang berlaku bagi seluruh umat manusia dan etika khusus yang mengikat profesi tertentu.

Menurutnya, baik sebagai dosen, mahasiswa, maupun Aparatur Sipil Negara (ASN), setiap individu terikat pada kode etik yang mengatur tanggung jawab profesionalnya masing-masing.

Baca Juga:  Hebat! Ririn Herawati, Lulusan Teknik Elektro Jadi Peraih IPK Tertinggi Wisuda Ke-83 UIN Bandung

“Etika merupakan aturan universal yang menjadi pedoman bagi kita semua untuk bertindak dengan baik, benar, dan penuh tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menjaga tutur kata

Rikki juga memaparkan bahwa kebiasaan menjaga tutur kata yang sopan selama bulan suci diharapkan dapat membentuk karakter permanen yang terus terbawa bahkan setelah Ramadhan berakhir.

Dia menilai bahwa perbaikan etika ini akan berdampak positif tidak hanya pada kualitas pribadi seseorang. Namun, pada keharmonisan hubungan dalam keluarga dan masyarakat luas.

“Momentum Ramadhan ini adalah waktu yang paling tepat untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan kita melalui penguatan nilai-nilai moral,” ungkap Rikki.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Pelaksanaan Ujian Daring Masuk PTKIN 2021 Lancar Jaya

Sebagai penutup, dia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan sisa hari di bulan Ramadhan sebagai sarana introspeksi diri demi menjadi pribadi yang lebih berkualitas secara spiritual dan sosial.

Rikki berharap agar setiap muslim mampu menjalankan profesi dan perannya di masyarakat dengan standar etika yang tinggi sesuai dengan ajaran Islam.

“Mari kita jadikan etika sebagai fondasi utama dalam bertindak agar setiap aktivitas yang kita lakukan membawa maslahat bagi sesama manusia,” tandasnya.***(FK)