News

Kesan Haedar Nashir Terhadap Mang Oded

Almarhum Oded Muhammad Danial atau akrab disapa Mang Oded (Foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNGMU.COM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ikut berbela sungkawa atas wafatnya Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial atau akran disapa Mang Oded.

”Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jun. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni kesalahannya, serta ditempatkan di Jannatun na’im.”

Haedar mengatakan, Oded termasuk pejabat pemerintah yang memiliki sifat merakyat dan dekat dengan umat. ”Hal tersebut terbukti hari itu beliau rencananya menjadi khatib dalam shalat Jumat di Masjid Raya Mujahidin Muhammadiyah di komplek gedung PWM Jalan Sancang Nomor 6 Bandung Jawa Barat. Tapi Allah menghendaki lain, memanggil ke haribaan-Nya di rumah suci-Nya,” ucap Haedar sebagaimana ditulis dari Facebook pribadi.

Mang Oded menurut Haedar dikenal sebagai orang yang suka bersilaturahmi. Hal tesebut pernah Haedar alami saat berada di salah satu rumah makan yang begitu ramai di Jakarta saat hendak pergi ke kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya, Jakarta Pusat.

”Usai makan, seseorang menghampiri dan duduk di ruang meja kami yang tidak seberapa luas. Dengan ramahnya dia bersapa, ‘Saya Oded, Walikota Bandung, Pak Ketum’, kata dia seakan-akan memperkenalkan diri,” kata Haedar.

Dalam pertemuan itu, Haedar mengaku banyak memperbincangkan berbagai hal bersama Mang Oded, di antaranya mengenai kondisi Kota Bandung yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri.

”Kami berbincang tentang Bandung, sebagai kota kelahiran yang makin padat dan sarat masalah yang mesti diatasi. Bandung banyak dikunjungi wiasatawan luar, bahkan dari Malaysia bisa enam kali penerbangan sehari. Warga negeri jiran itu berbelanja ke Kota Kembang. Semangat dan visinya luas untuk memajukan kota yang dikenal Varisj van Java itu,” tutur Haedar.

Haedar mengaku bahwa pada Rabu malam dirinya dan istri diajak naik mobil hemat energi “disopiri” Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

”Kami keliling Kota Bandung menuju Gedung Gubernuran yang bangunannya klasik peninggalan Belanda. Di perjalanan kita banyak bicara soal Kota Bandung. Tidak tersirat firasat apa pun kalau kota yang sedang kami perbincangkan malam itu akan ditinggal walikotanya. Keesokan harinya datang berita duka itu. Walikota Bandung, H. Oded Danial, meninggal dunia,” ungkap Haedar.

Kabar duka itu tentu mengagetkan Haedar. Namun, garis ajal memang siapa pun tidak pernah tahu. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

”Sayang kami tidak bisa bertakziyah karena Kamis sore harus bertolak pulang sehingga kabar duka itu datang setelah di Yogya. Semoga Bandung tetap maju dan makin berkemajuan di bawah penerus sang walikota. Selamat jalan Walikota Bandung, Kang Oded, yang merakyat dan dekat di hati umat. Semoga pintu surga menanti kelak atas limpahan ridha Allah Yang Maha Rahman Rahim,” pungkas Haedar.***(Firman Katon)

Exit mobile version