News

Kunjungi Pusat Produksi Kiswah, Dirjen PHU Tanyakan Proses Penggantian Kiswah

Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief dan rombongan berkunjung ke pusat produksi kiswah di Makkah, Arab Saudi, Rabu 27 Juli 2022. Dalam kesempatan itu, mantan Direktur Lazismu pusat itu pun ikut menyulam tulisan Arab pada kiswah yang akan terpasang di Hajar Aswad (foto: Mashuri Masyhuda, PPIH Sektor 1 Daker Makkah).

BANDUNGMU.COM, MAKKAH—Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief berkunjung ke pusat produksi kiswah, di Makkah, Rabu 27 Juli 2022.

Tempat memproduksi selubung permadani penutup kabah itu bernama Majma Al Malik Abdul Aziz li Kiswah Al Kabah Al Musyarrafah.

Selain itu, Dirjen PHU dan Tim Media Center Haji (MCH) pun menanyakan proses penggantian Kiswah.

Tak hanya itu, mereka juga bertanya apakah kutipan ayat yang tertera di Kiswah bisa diganti dengan ayat lainnya?

Untuk proses penggantian Kiswah biasanya dilakukan setiap 9 Zulhijjah atau saat jemaah haji menjalani Wukuf di Arafah.

Namun, hal itu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini penggantian Kiswah dilakukan 1 Muharram 1444 H.

“Ini pertama kali atas perintah Raja Salman. Selanjutnya penggantian akan terus dilakukan pada 1 Muharram,” ungkap Asisten Wakil Sekretaris Majma Malik Abdul Aziz, Ir Faris Al Mathrafi, dalam rilis tertulis yang diterima bandungmu.com.

Sedangkan untuk pencucian Kabah, lanjutnya, akan dilakukan pada 15 Muharram.

Menurut Faris, sebagai tempat pembuatan Kiswah Kabah, Majma Malik Abdul Aziz li Kiswatil Kabah Al-Mustarrafah adalah salah satu pusat peradaban di Makkah.

Produksi bahan kiswah

Dalam memproduksi Kiswah, ternyata membutuhkan tenaga yang lumayan banyak dan profesonal.

Mereka terdiri atas 220 teknisi dan seniman Arab Saudi yang ikut bekerja dalam membuat kiswah.

“Produksinya menggunakan bahan yang paling mahal di dunia. Setiap tahun biayanya sekitar 25 juta Riyal Saudi,” terangnya.

Lalu, apa saja bahan untuk membuat kiswah? “Bahan itu terdiri dari 760 kg sutra Italia, 120 kg emas, dan 100 kg perak dari Jerman,” sambungnya.

Dirjen Kehumasan dan Media Majma Malik Abdul Aziz, Ahmad Suheiry menjelaskan bahwa Kiswah pernah dibuat di Mesir dan India, sebelum akhirnya diproduksi di Makkah Al-Mukarramah.

Di sela-sela kunjungan itu, Hilman Latief mendapat kesempatan untuk menyulam benang emas pada salah satu tulisan arab Kiswah yang akan dipasang pada 1 Muharram 1444 H.

Mantan direktur Lazismu pusat tersebut menyulam tulisan Arab yang nantinya akan terpasang di dekat Hajar Aswad.

Penjelasan tulisan pada Kiswah

Sebelumnya, kepada Hilman Latief dan rombongan, salah satu penulis kaligrafi Majma’ Malik Abdul Aziz, Syekh Mukhtar menjelaskan terkait bagian Kiswah yang menjadi penutup Kabah.

Menurutnya, Kiswah penutup Kabah berukuran 6,3 m x 3,3 m. Di dalamnya tertera tulisan beberapa ayat Al Quran dan Asmaul Husna dalam bentuk yang berbeda-beda: kotak, panjang, dan lainnya.

“Khat yang digunakan adalah tsulutsi dengan besaran yang beda-beda, ada yang kecil dan besar. Sedangkan di bagian atas, ada tulisan Allahu Rabbi, Hasbiyallah, dan Allahu rabbi,” sambungnya.

Pada bagian lain, tertera tulisan ayat Qad naraa taqalluba wajhika fis-samaa. Sementara pada bagian pinggir, ada tulisan surat Al Fatihah.

“Kiswah pintu Kabah yang tersimpan di Majma Malik Abdul Aziz dibuat di Makkah, hadiah dari Malik Fahd bin Abdul Aziz pada tahun 1411 H,” paparnya.

Mengganti kutipan ayat di Kiswah perlu diskusi

Apakah kutipan ayat yang tertera di Kiswah bisa diganti dengan ayat lainnya?

Faris Al-Mathrafy menjelaskan bahwa kalau ingin mengganti ayat, harus ada persetujuan Raja.

Selain itu, usulan penggantian juga mesti dibahas di forum yang lebih tinggi untuk mendapat persetujuan. Namun, Faris mengaku selama ini belum pernah terjadi.

Saat ditanya kenapa yang digunakan adalah khat Tsulutsi? Syekh Mukhtar menjelaskan bahwa Tsulutsi adalah jenis khat (font) yang paling tua sejak abad 3 H. Khat Tsulutsi juga paling bagus dan rumit.

“Khat ini membantu para penulis untuk berkreasi lebih bebas, bisa menyesuaikan dengan tempat, bisa lebih besar atau kecil,” jelasnya dalam Bahasa Arab yang diterjemahkan Nasrullah Jasam.

Syekh Mukhtar menambahkan bahwa pembuatan Kiswah Kabah rampung dalam waktu 8-10 bulan. ***

 

 

Exit mobile version