News

Lalai Atasi Masalah Sampah, IMM Subang Desak Copot Pejabat Dinas Lingkungan Hidup

BANDUNGMU.COM, Subang – Warga Subang kembali dipaksa hidup berdampingan dengan bau busuk, gunungan sampah, dan belatung yang merajalela di TPS Jalitri. Kondisi ini tidak hanya menyakitkan mata, tetapi melukai martabat masyarakat Subang.

Di balik persoalan tersebut, sorotan tajam diarahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang. Lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan pengelolaan lingkungan dinilai gagal total menjalankan fungsinya.

Masalah sampah di Subang bukan persoalan baru. Ini adalah problem laten yang terus berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi menyeluruh. Fakta di lapangan menunjukkan, Subang hanya memiliki 26 armada pengangkut sampah dari kebutuhan minimal 80 armada.

Akibat kekurangan armada itu, sampah pun menggunung, lingkungan tercemar, dan kesehatan masyarakat semakin terancam. “Kalau sampah saja tidak bisa diurai, maka yang harus diurai adalah pejabat DLH itu sendiri. Copot pejabat DLH yang gagal bekerja,” tegas Ketua PC IMM Kabupaten Subang Iqbal Maulana pada Senin (22/09/2025).

IMM Subang menilai, pembersihan sesaat untuk menutupi tumpukan sampah hanyalah solusi instan yang menipu publik. Yang dibutuhkan adalah reformasi total sistem persampahan, mulai dari penambahan armada, perbaikan infrastruktur, optimalisasi TPA, hingga edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, IMM juga menyoroti transparansi anggaran DLH. Setiap tahun, anggaran lingkungan hidup diketok palu, tetapi hasilnya tidak pernah sebanding dengan kondisi di lapangan. “Anggaran ada, masalah tetap menumpuk. Rakyat berhak bertanya ke mana larinya uang publik itu?” ujar Iqbal.

IMM Subang menegaskan, jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti, maka aksi besar-besaran akan digelar dengan turun ke jalan. Mereka berkomitmen melakukan perlawanan hingga tuntutan rakyat benar-benar dikabulkan.

Bagi IMM Subang, persoalan ini bukan sekadar tentang sampah, tetapi menyangkut harga diri rakyat, hak atas lingkungan yang sehat, dan kewajiban pemerintah untuk hadir nyata. “Subang harus bersih, dari sampah, dari kelalaian, dan dari pejabat gagal yang hanya pandai berwacana,” pungkas Iqbal.***

Exit mobile version