Pengajian ini diawali dengan hafalan surat-surat pendek oleh para santri TPA Al Muqorrobun Temu Pulutan. Selain itu, para santri juga menyemarakkan acara dengan karaoke lagu-lagu islami. Salah satu bintang cilik, Risang Ageng, turut memeriahkan suasana dengan membawakan dua lagu, yakni Ramadan dan Sajadah Panjang. Penampilan lainnya datang dari JSI Kamilasyada yang turut serta dalam pra acara serta mendampingi Ustadz Aam dalam tausiyahnya.
Ketua panitia, Jayadi, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memupuk keimanan dan ketakwaan melalui tausiyah serta mengembangkan bakat dan minat seni generasi muda muslim. Menurutnya, seni memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan olah rasa. Dalam kesempatan ini, LSB PDM Gunungkidul juga meluncurkan Sanggarmu sebagai wahana pendidikan dan pelatihan seni budaya, baik tradisional maupun kontemporer, yang ditujukan bagi siswa, guru, dan masyarakat umum.
Sanggarmu diketuai oleh Aji Firmandi, seorang guru di SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari. Mayoritas pengurus Sanggarmu merupakan aktivis seni dari Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom), maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Jayadi juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan pengajian akbar ini, baik lembaga maupun perorangan.
Dalam acara ini, hadir pula KRT Akhir Lusono dari LSB Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memberikan orasi budaya sekaligus meresmikan Sanggarmu. Dalam orasinya, ia menekankan bahwa sejak berdirinya Muhammadiyah, seni dan budaya selalu menjadi bagian penting dalam dakwah. Ia menegaskan bahwa dakwah tanpa seni terasa kering, sedangkan seni tanpa nilai dakwah menjadi hambar. Oleh karena itu, perpaduan antara seni dan dakwah dapat menciptakan individu yang religius sekaligus memiliki kepribadian yang luhur.
Acara inti pengajian diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Aam Sugasto yang membahas hikmah sholat dan puasa. Dalam ceramahnya, Ustadz Aam menegaskan bahwa kedua ibadah tersebut sangat penting dalam membentuk karakter seorang muslim agar lebih dekat dengan Allah dan mempererat hubungan sosial dengan sesama.
Untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan bermakna, Ustadz Aam juga meminta JSI Kamilasyada membawakan beberapa lagu yang sesuai dengan tema tausiyah. Hal ini menjadikan suasana pengajian lebih hidup, segar, dan interaktif bagi para peserta yang hadir.
Kegiatan Ngaji Seni Sambut Bulan Suci ini menjadi momen penting bagi LSB PDM Gunungkidul dalam menggabungkan unsur dakwah dan seni. Dengan adanya Sanggarmu, diharapkan semakin banyak generasi muda muslim yang dapat mengembangkan bakat seni mereka dalam koridor nilai-nilai keislaman.
Sebagai penutup, panitia berharap agar kegiatan ini bisa terus berlanjut di masa mendatang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Dengan dukungan dari berbagai pihak, LSB PDM Gunungkidul optimis bahwa dakwah melalui seni dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter islami di kalangan generasi muda.***












