BANDUNGMU.COM, Bandung — Saat teman-temannya membaca modul perkuliahan dengan santai, hal yang sama tidak berlaku bagi Dio Prasetyo (21), mahasiswa difabel netra dari sebuah kampus di Bandung.
Ia sering harus menunggu dosen atau teman-temannya membacakan materi agar dapat mengikuti perkuliahan.
Berangkat dari kesulitan itu, Dio mulai mengembangkan aplikasi sederhana bernama “Bacain Dong”, yakni aplikasi pembaca modul berbasis suara yang bisa mengkonversi file PDF dan EPUB menjadi audio.
“Awalnya cuma untuk aku sendiri,” ujar Dio. “Tapi waktu aku unggah ke media sosial, banyak teman sesama difabel yang minta akses.”
Bersama dua rekannya dari jurusan Teknik Informatika, Dio mengembangkan aplikasinya selama empat bulan.
Mereka menggabungkan teknologi text-to-speech dengan fitur navigasi sederhana agar mudah digunakan oleh penyandang tunanetra.
Pengalaman Dio sebagai pengguna membuat fitur aplikasinya lebih manusiawi.
“Kami bikin tombolnya besar, dan bacaannya bisa diulang sesuai kebutuhan,” katanya.
Dosen pembimbingnya, Anjani Mardhika, mengatakan aplikasi ini membuka harapan baru bagi inklusivitas pendidikan tinggi.
“Inovasi Dio jadi bukti bahwa keterbatasan tidak selalu membatasi. Justru dia mampu menciptakan solusi untuk orang lain.”
Aplikasi tersebut kini diuji coba di beberapa kampus dan diharapkan dapat menjadi alat bantu pembelajaran nasional.***(IK22/Zikri)
