UMBandung
Opini

Membangun Masyarakat Partisipatif: Pentingnya Kampanye Politik Berbasis Ide dan Visi

×

Membangun Masyarakat Partisipatif: Pentingnya Kampanye Politik Berbasis Ide dan Visi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Istockphoto)

Oleh: Sudarman Supriyadi, Peminat Literasi dan Sosial-Kegamaan

BANDUNGMU.COM — Kampanye politik menjadi salah satu bentuk ekspresi demokrasi. Para calon pemimpin bangsa bersaing untuk mendapatkan dukungan masyarakat demi mewujudkan visi dan misi mereka.

Namun, pentingnya kampanye politik tidak hanya terletak pada pertarungan kekuasaan semata.

Namun, pada bagaimana para kandidat mampu membawa perubahan positif dan membangun masyarakat yang partisipatif.

Sebuah kampanye politik yang berhasil adalah kampanye yang inklusif, membuka pintu bagi semua lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya.

Dalam konteks ini, dialog terbuka menjadi kunci utama untuk memahami aspirasi dan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Kandidat yang bersedia mendengarkan dan merespons masukan masyarakat akan membangun fondasi yang kuat untuk mendapatkan dukungan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Profesor Suyatno, Tokoh Muhammadiyah yang Peka pada Dunia Pendidikan

Fokus pada isu substansial

Sebuah kampanye politik yang membuai massa dengan retorika kosong seringkali tidak memberikan kontribusi nyata kepada pembangunan masyarakat.

Kandidat seharusnya lebih fokus pada isu-isu substansial yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Tidak membahas masalah personal yang tidak substantif.

Pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan merupakan contoh isu-isu yang dapat membentuk landasan kampanye politik yang kuat.

Kampanye politik yang transparan dan akuntabel menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin yang terpilih.

Kandidat seharusnya memberikan informasi yang jelas mengenai sumber dana kampanye, program kerja, dan bagaimana mereka akan mengukur keberhasilan melaksanakan janji-janji kampanye.

Dengan demikian, masyarakat dapat memilih dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Mereka memilih berdasarkan keyakinan yang terbangun.

Baca Juga:  Seminar UIN Bandung Ungkap Fakta Menarik Terkait Komunikasi Politik Pasca Pilpres 2024

Pendidikan politik adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis dalam menilai kandidat.

Kandidat yang mendorong pendidikan politik akan membantu masyarakat memahami dampak pilihan mereka terhadap arah pembangunan negara.

Hal ini juga membantu mengurangi manipulasi informasi dan hoaks yang sering merusak integritas sebuah kampanye.

Sebuah kampanye politik yang kuat haruslah didasarkan pada visi dan rencana aksi yang jelas.

Kandidat seharusnya tidak hanya menawarkan janji-janji tanpa landasan yang kuat.

Sebaliknya, mereka perlu mempresentasikan visi mereka untuk masa depan dan langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk mewujudkannya.

Hal ini memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa kampanye tersebut bukan sekadar retorika.

Baca Juga:  Isi Seminar di UM Bandung, Ini Pesan Penting Rocky Gerung

Masyarakat yang bertanggung jawab

Dalam kesimpulannya, kampanye politik yang sukses bukan hanya tentang memenangkan suara, melainkan tentang membangun masyarakat yang bertanggung jawab dan partisipatif.

Melalui kampanye yang inklusif, fokus pada isu substansial, transparansi, pendidikan politik, dan berbasis visi, para kandidat dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dan mengukir jejak menuju masyarakat yang lebih baik.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak terlibat untuk berkomitmen pada proses demokrasi yang sehat dan memberikan ruang bagi suara masyarakat untuk didengar.

Beri masyarakat gagasan yang original, substantif, dan masalahat. Jangan mempertontonkan kebodohan dengan cara menyerang dan merendahkan kandidat lain.

Menang dengan sehat dan sportif. Kalah dengan lapang dada dan bermartabat.***

PMB UM Bandung