PMB UMbandung
News

MPM Muhammadiyah Siapkan Kurikulum SEKAM Untuk Lahirkan Pendamping Perubahan

×

MPM Muhammadiyah Siapkan Kurikulum SEKAM Untuk Lahirkan Pendamping Perubahan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi istimewa
PMB UMBandung

BANDUNGMU.COM, Yogyakarta — Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyiapkan kurikulum Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM) untuk melahirkan aktor pendamping perubahan masyarakat.

Ketua MPM PP Muhammadiyah M Nurul Yamien menuturkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar memiliki semangat untuk mewujudkan kerisalahan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Usaha tersebut, ujar Yamien, telah dijalankan oleh Muhammadiyah sejak lebih dari satu abad yang lalu.

Sebagai organisasi dakwah, Muhammadiyah menghendaki terjadinya perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik dari kondisi sebelumnya yang kurang atau bahkan tidak baik.

Baca Juga:  BEM UM Bandung Periode 2021-2022 Resmi Dilantik

Dalam konteks tersebut, dakwah dimaknai sebagai suatu proses perubahan sosial yang memerlukan aktor untuk pendamping.

“Dakwah yang dimaknai perubahan dari kondisi sebelumnya yang kurang atau bahkan tidak baik menuju ke arah kehidupan yang lebih baik sebagai suatu proses perubahan sosial diperlukan aktor perubahan, di samping dari masyarakat itu sendiri, juga kehadiran fasilitator yang mumpuni merupakan kebutuhan mutlak,” Kata Yamien.

Dalam melahirkan fasilitator, MPM PP Muhammadiyah memformulasikannya melalui SEKAM.

Bagi MPM, SEKAM menjadi salah satu program strategis yang akan dijalankan. Ikhtiar menyikapi perubahan konteks yang senantiasa dinamis, SEKAM memerlukan penyegaran kurikulum.

Baca Juga:  Uhamka Siap Fasilitasi 900 Dosen dan Tendik ke Solo Untuk Meriahkan Muktamar

Oleh karena itu, Yamien memandang perlu adanya Workshop Kurikulum SEKAM yang diselenggarakan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) pada Minggu (21/05/2023).

Lima hal pokok

Dari Workshop SEKAM ini, Yamien berharap kurikulum SEKAM akan mengakomodasi lima hal pokok.

Pertama, gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian strategis dakwah Muhammadiyah. Untuk itu, landasan ideologis pemberdayaan MPM harus bertumpu pada ideologi Muhammadiyah.

Kedua, gerakan pemberdayaan MPM harus mampu meningkatkan kesadaran akan hak dan kewajiban masyarakat sebagai warga negara sehingga membangun nalar kritis menjadi bagian penting pemberdayaan.

Baca Juga:  Ikuti KKN Tematik, Kelompok Mahasiswa UM Bandung Fokus Bantu Atasi Stunting

Ketiga, gerakan pemberdayaan harus mampu menumbuhkan daya ungkit dan daya angkat potensi masyarakat secara mandiri dan berdaulat sehingga meningkat kesejahteraan dan kemakmurannya.

Keempat, kurikulum SEKAM harus mampu menciptakan fasilitator yang memiliki kemampuan plus. Bukan saja sebagai penggerak gerakan sosial yang berbasis social entrepreneurship, melainkan penggerak dakwah pemberdayaan.

Kelima, gerakan pemberdayaan saat ini harus mampu mengembangkan adaptasi dan memanfaatkan teknologi bagi masyarakat agar derap pemberdayaan lebih massif dan berkemajuan.***

PMB UMBandung