BANDUNGMU.COM, Jakarta – Sebanyak 45 perempuan tangguh warga binaan Rumah Sakinah mengikuti pelatihan kewirausahaan bertema Berkembang Bersama Rumah Sakinah: Rahasia Sukses Pedagang Lokal. Kegiatan yang diadakan pada Kamis, 9 Januari 2029, di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, merupakan hasil kerja sama antara Pengurus Rumah Sakinah dan mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Rumah Sakinah M Arif An yang juga menjabat Wakil Bendahara Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM). Turut hadir dalam acara ini adalah para pengurus Rumah Sakinah, yakni Sumitrara Dewi, Zalnis Bachtiar, dan Yudis.
Ketua Panitia Pelatihan, Vania Eka Prananda, mahasiswa magang Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyampaikan rasa terima kasih kepada MPKS PPM, Lazismu, dan Kementerian Sosial RI atas dukungannya. “Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga binaan dalam mengelola usaha, baik yang sudah berjalan maupun yang baru dirintis. Kami juga mengajarkan teknik manajemen yang efektif agar usaha mereka bisa berkembang,” ujar Vania.
Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Sulistio dan Irana L Meriam dari Program OK OCE. Dalam pelatihan, para peserta diajak mengikuti permainan dan simulasi untuk mengatasi tantangan dalam pemasaran produk, sekaligus mempelajari strategi penjualan yang praktis dan aplikatif.
Ketua Rumah Sakinah M Arif An menegaskan pentingnya pelatihan kewirausahaan bagi warga binaan. “Kami berupaya membantu warga binaan, terutama yang menjadi korban kekerasan, KDRT, atau perdagangan orang, agar mampu bangkit secara ekonomi. Selain memberikan modal usaha, kami juga membimbing mereka agar usaha dapat terus berjalan. Rumah Sakinah adalah rumah solusi yang selalu hadir di tengah masyarakat,” tuturnya.
Sebagian besar warga binaan Rumah Sakinah telah memulai usaha, seperti warung dan makanan keliling, dengan bantuan dari Kemensos RI dan platform donasi Comma kitabisa.com. Salah satu warga binaan, Siti Nurhayati dari Gang Laler, Kemayoran, mengungkapkan bahwa usahanya bisa menghasilkan omzet Rp300 ribu per hari. “Kami sangat bersyukur atas dukungan Rumah Sakinah, meski masih menghadapi kendala seperti modal yang harus dobel akibat pelanggan yang berutang,” katanya.
Rumah Sakinah, sebagai salah satu bentuk amal usaha Muhammadiyah, telah menjalankan perannya di tengah masyarakat dengan memberikan santunan dan asuhan keluarga. Selain itu, sesuai amanat Muktamar Muhammadiyah Solo, Rumah Sakinah juga berperan sebagai lembaga kesejahteraan sosial yang terus berinovasi untuk memberdayakan masyarakat.
Relawan pendamping Rumah Sakinah, R Karsini Umiyati, menyebut bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. “Acara ini sangat bagus dan sebaiknya diadakan secara rutin. Program Rumah Sakinah telah menjadi solusi nyata bagi perempuan yang menghadapi masalah,” ujarnya. Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi para peserta dan masyarakat.***
