BANDUNGMU.COM, Bandung — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bandung menanggapi isu yang ramai diperbincangkan publik terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan fasilitasi Interactive Flat Panel LED 75 inci yang disampaikan secara terbuka di berbagai media sosial.
Ketua PDPM Kota Bandung Muhammad Faris menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan pemerintah sepanjang membawa manfaat bagi dunia pendidikan.
Faris menjelaskan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat institusi pendidikan.
Hal ini, kata dia, tercermin dalam berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk MBG serta penyediaan fasilitas layanan pendidikan lainnya.
Menurutnya, Kemendikdasmen memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh institusi pendidikan dasar dan menengah, baik negeri maupun swasta.
Atas dasar tanggung jawab moral tersebut, setiap program pendidikan wajib mengakomodasi semua elemen tanpa terkecuali. “Tidak boleh ada diskriminasi dalam layanan pendidikan, semua harus merasakan manfaatnya,” tegas Faris seperti dikutip dari laman resmi PWM Jawa Barat pada Kamis (28/08/2025).
Ia juga menyoroti rencana kenaikan anggaran gaji guru dan dosen dalam RAPBN 2026. Kebijakan tersebut, lanjutnya, menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah untuk menyejahterakan tenaga pendidik.
Faris menambahkan, keterlibatan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan melalui kewenangan otonomi daerah turut berperan penting memperbaiki infrastruktur dasar pendidikan sebagai investasi jangka panjang.
Terkait program MBG, Faris menegaskan bahwa sasaran utamanya harus merata, mencakup seluruh anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Ia menekankan pentingnya distribusi yang adil baik di sekolah negeri maupun swasta agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. “Anak bangsa di mana pun berhak mendapatkan gizi yang sama,” ujarnya.
Lebih jauh, Faris menilai MBG bukan sekadar program pemberian konsumsi sehat, melainkan juga wahana pendidikan karakter. Melalui program ini, siswa diajak membiasakan diri untuk berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, disiplin, bertanggung jawab, hingga belajar tidak boros.
Ia menilai kebiasaan positif ini akan meningkatkan kehadiran siswa, prestasi belajar, bahkan memberi dampak ekonomi dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, hingga UMKM lokal.
Selain itu, PDPM Kota Bandung juga menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Menurut Faris, penyediaan Interactive Flat Panel LED 75 inci kepada institusi pendidikan harus dilakukan secara adil tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta. Prinsip mengayomi semua pihak, kata dia, sejalan dengan visi Kemendikdasmen dalam pemerataan kualitas pendidikan.
Faris menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa sikap PDPM Kota Bandung ini akan menjadi rujukan bagi seluruh jajaran, baik di tingkat daerah maupun cabang.
Ia berharap, ke depan, setiap kebijakan pendidikan dapat terus berpihak pada peningkatan mutu dan pemerataan akses, sehingga benar-benar menghadirkan manfaat luas bagi seluruh anak bangsa.***
