News

Prodi Hukum Islam S3 UIN Bandung Perkuat Kerja Sama Akademik dan Filantropi

BANDUNGMU.COM, Bandung – Program Studi Hukum Islam S3 Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis pada Kamis (11/09/2025).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan talk show bertema “Optimalisasi Peran Ziswaf sebagai Instrumen Keuangan Sosial Islam dalam Mewujudkan SDGs dan Visi Indonesia Emas 2045.”

Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Rektor IV bidang kerja sama, Ah Fathonih, ini menjadi langkah penting untuk memperkuat jejaring akademik dan membangun kemitraan produktif dengan lembaga filantropi serta institusi pengelola keuangan sosial Islam.

Penandatanganan MoU melibatkan berbagai mitra strategis, antara lain Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNES), Rumah Wakaf Indonesia, Rumah Zakat, LSP Mandiri, LSP Beksya, dan PT Startup Inovasi Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Bandung Rosihon Anwar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa kerja sama dengan mitra strategis menjadi salah satu tugas penting perguruan tinggi sekaligus indikator kemajuan program studi.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas terjalinnya kerja sama dengan para mitra strategis di bidang filantropi. Ini menjadi wujud nyata bahwa perguruan tinggi tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga membangun sinergi yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Prodi Hukum Islam S3 Pascasarjana UIN Bandung Ahmad Hasan Ridwan menjelaskan tiga makna penting dari kegiatan ini.

Pertama, nisbah sebagai wujud bagi hasil, yakni membangun komunikasi produktif melalui kerja sama strategis.

Kedua, fadilah yang menekankan pentingnya mahasiswa S3 tidak hanya belajar. Namun, berkontribusi produktif dengan keterampilan, keilmuan, dan akhlak demi terwujudnya UIN yang unggul.

Ketiga, ziadatul khair atau keberkahan, yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai amal ibadah yang membawa kebaikan bagi semua pihak.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan talk show menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga. Di antaranya Ahmad Hasan Ridwan (Ketua Prodi Hukum Islam S3 Pascasarjana), Urip Budiarto (KNES), Erwinda Anggraini Juniastanti (BPKH), Nur Effendi (Rumah Zakat), dan Rendi Septian Nugraha (Rumah Wakaf Indonesia). Diskusi dipandu oleh Gina Sakinah.

Para narasumber menyoroti pentingnya optimalisasi peran Ziswaf sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (SDGs) sekaligus memperkuat pondasi menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Mereka juga membahas inovasi tata kelola Ziswaf, peluang kolaborasi akademik, serta tantangan ke depan agar Ziswaf mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat.

Kegiatan penandatanganan MoU dan talk show ini tidak hanya memperkuat kerja sama akademik, tetapi juga memberikan arah strategis dalam pengembangan Ziswaf sebagai solusi keuangan sosial Islam.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat peran UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai kampus unggul yang berkontribusi bagi bangsa dan umat.***

Exit mobile version